IHSG Ditutup Anjlok 0,56%, Enam Saham Dipimpin SWID Melesat di Atas 33%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/11/2025), ditutup melemah 48,37 poin (0,56%) menjadi 8.521. Rentang pergerakan 8.487-8.577 dengan nilai transaksi Rp 22,43 triliun.
Pelemahan indeks dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, khususnya saham big cap yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Di antaranya, saham BREN, TPIA, BRPT, hingga CDIA.
Baca Juga
Perkuat Infrastruktur AI di Asia Tenggara, Telkom (TLKM) melalui NeutraDC Gandeng AMD
Sedangakn sektor saham penekan indeks datang dari kejatuhan saham sektor properti 0,94%, sektor teknologi 0,46%, konsumer non primer 0,46%, sektor material dasar 0,27%, dan sektor transportasi 0,19%. Sebaliknya saham sektor kesehatan, konsumer primer, industri, keuangan, dan energi catatkan penguatan.
Meski IHSG anjlok akibat aksi ambil untung atau profit taking, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) melanda, saham SWID menguat 34,86% menjadi Rp 147, SEMA naik 34,62% menjadi Rp 140, WEHA menguat 34,58% menjadi Rp 144, DNAR menguat 34,31% menjadi Rp 184, MEDS melesat 33,85% menjadi Rp 87, dan KUAS melesat 33,82% menjadi Rp 90.
ARA juga melanda saham BHAT naik 25% menjadi Rp 1.425, DEPO melesat 25% menjadi Rp 320, SSTM menguat 24,88% menjadi Rp 1.355, dan NRCA melesat 24,80% menjadi Rp 1.560. Meski tak ARA, saham BUVA menguat 20,09% menjadi Rp 1.375.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 155,9 poin (1,85%) menuju level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 8.570,2. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) jumbo mencapai Rp 3,15 triliun. Net buy terbesar dicatatkan saham BRMS Rp 1,18 triliun, BREN Rp 544,67 miliar, dan BMRI Rp 535,17 miliar.
Lompatan IHSG hari ini didukung penguatan hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor kesehatan turun tipis 0,10%. Kenaikan tertinggi ditorehkan saham sektor properti 3,94%, sektor infrastruktur 2,36%, konsumer primer naik 2,54%, sektor industri naik 2,25%, sektor energi naik 2,33%, sektor keuangan 1,14%, sektor material dasar 1,05%, dan sektor teknologi 0,86%.

