Gara-gara Kenaikan Suku Bunga, Lima Saham Bank Ini Terkoreksi Bersamaan
JAKARTA, Investortrust.id – Saham emiten lima bank kapitalisasi pasar terbesar ini berguguran setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga BI7DRR sebanyak 25 bps menjadi 6%. Penurunan tersebut disebut sebagai faktor yang memperparah kejatuhan dalam IHSG sepanjang hari ini.
Kelima bank tersebut terdiri atas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
Baca Juga
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/10/2023), pelemahan terbesar melanda saham BBNI dengan koreksi Rp 185 (3,61%) menjadi Rp 4.940,
Disusul saham BBRI ditutup terkoreksi Rp 150 (2,91%) menjadi Rp 5.000, saham BMRI melemah sebanyak Rp 125 (2,14%) menjadi Rp 5.725, saham BRIS dengan pelemahan Rp 25 (1,63%) menjadi Rp 1.510, dan saham BBCA terkoreksi paling rendah hanya Rp 100 (1,13%) menjadi Rp 8.750.
Berdasarkan data penurunan saham sektor keuangan satu dari beberapa sektor yang menjadi pemicu penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI hari ini. Hal ini dipicu atas penurunan indeks saham sektor keuangan sebanyak 1,57%.
Baca Juga
9 Hari Listing, Cuan Saham Barito Renewables (BREN) Sudah Segini
Sedangkan IHSG BEI, Kamis (19/10/2023), ditutup tertekan sebanyak 81,48 poin (1,18%) menjadi 6.846,43. IHSG bergerak dalam rentang 6.840,36-6.927,98 dengan nilai transaksi Rp 10,77 triliun.
BI sebelumnya menaikkan suku bunga acuan atau BI7DRR sebanyak 25 basis poin menjadi 6%. Keputusan tersebut diambil di tengah berlanjutnya tekanan terhadap mata uang rupiah dalam beberapa bulan terakhir.

