Top! Saham BRI (BBRI) Kembali Melesat hingga Cetak Rekor Baru
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/2/2024).
Data BEI menyebutkan, saham BBRI melesat Rp 200 (3,28%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 6.300. Saham bank pelat merah ini bergerak dalam rentang Rp 6.175-6.300.
Dengan lompatan harga tersebut, kini kapitalisasi pasar (market cap) BBRI melesat menjadi Rp 955 triliun. Kenaikan tersebut memperkuat posisi BBRI sebagai emiten dengan kapitalisasi terbesar nomor dua di BEI.
Baca Juga
CGS CIMB Sekuritas: Saham BMRI dan BBRI Pilihan Utama Investor Asing
Lompatan harga saham BBRI tersebut bersamaan dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang ditutup melesat ke ATH baru setelah saham ini naik Rp 150 (1,52%) menjadi Rp 10.025.
Sementara itu, Samuel Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.800. Target tersebut mempertimbangkan potensi berlanjutnya pertumbuhan kinerja yang kuat tahun 2024.
Analis Samuel Sekuritas Brandon Boedhiman dan Prasetya Gunadi mengatakan, pertumbuhan kredit segmen ultra mikro (PNM dan Pegadaian) perseroan akan terus melampaui pertumbuhan kredit bank-only. Bahkan, segmen ini diperkirakan berkontribusi sebanyak 12% terhadap total kredit BBRI tahun 2024, dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 9%.
Sedangkan NIM perseroan diperkirakan stagnan berkisar 7,9-8,0% tahun 2024. Target tersebut mempertimbangkan kenaikan biaya dana (CoF) menjelang bulan Ramadhan dan repatriasi dividen. LAR BBRI diperkirakan tirun hingga berada di bawah 10% tahun 2024, dibandingkan Desember 2023 sektiar 12,5%. Begitu juga dengan rasio NPL diperkirakan lanjutkan penurunan menjadi sekitar 2,9%.
Baca Juga
Bos BBRI Beri Bocoran Dividen Bernilai Jumbo, Siap-siap Cek Rekening
Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.800. Target harga tersebut mengisyaratkan PBV perseroan tahun 2024 sebesar 3,1 kali, dibandingkan sektor bank sekitar 2,9 kali. Target harga tersebut juga didukung struktur permodalan perseroan yang kuat.
“Kami menyujai saham BBRI, karena perseroan diprediksi terus membukukan pertumbuhan kredit dua digit tahun ini didukung segmen ultra mikro,” terangnya.
Samuel Sekuritas menargetkan laba bersih BBRI mencapai Rp 66,65 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 60,10 triliun. Laba bersih per saham juga diharapkan meningkat menjadi Rp 477, dibandingkan tahun lalu sekitar Rp 430 per saham.
