Indoritel (DNET) Gadaikan Saham FAST dan ROTI, Ternyata Untuk Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) menggadaikan saham miliknya di PT Indomarco Prismatama (IDM), PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), dan PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI). Saham-saham tersebut dijadikan sebagai jaminan atas pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Baca Juga
IHSG Berbalik Melemah di Awal Transaksi, Saham MTSM, NATO, dan PSDN Cuan
Corporate Secretary Indoritel Kiki Yanto Gunawan dalam penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (17/11/2023), perseroan sebelumnya telah memperoleh fasiltias pinjaman tahap I senilai Rp 2 triliun. Kemudian pinjaman tahap II bernilai Rp 4 triliun. Atas pinjaman tersebut digaidaikan saham milik perseroan di FAS, ROTI, dan IDM.
Manajemen perseroan menyebutkan bahwa gadai saham tersebut bukan transaksi affiliasi dan transaksi material sesuai dengan peraturan yang berlaku di bidang pasar modal Indonesia.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, perseroan melalui PT Indoritel Makmur bertindak sebagai pemegang 35,84% FAST. Perseroan juga bertindak sebagai pemegang 25,77% saham ROTI. Perseroan juga bertindak sebagai pengedali saham IDM yang memiliki gerai ritel Indomaret.
Baca Juga
Direktur Bank Dunia Curhat ke Menkeu Sri Mulyani, Ternyata Soal Ini
Hingga September 2023, perseroan membukukan penurunan laba perioder berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 937,93 miliar menjadi Rp 596,12 miliar. Hal ini memicu laba per saham perseroan turun dari Rp 66,13 menjadi Rp 42,03 per saham.
Sedangkan pendapatan dari kontrak pelanggan melesat dari Rp 755,81 miliar menjadi Rp 1,03 triliun. Namun laba usaha turun dari Rp 999,74 miliar menjadi Rp 745,57 miliar akibat kenaikan beban penjualan dan administrasi.

