Teken PPA 285 MW, Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) direvisi naik setelah berhasil mengamankan power purchase agreement (PPA) sebanyak 285 MW dalam dua tahun mendatang. Tambahan listrik ini berpotensi mendongkrak kinerja keuangan ke depan.
BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya merevisi naik target harga saham PGEO dari Rp 1.090 menjadi Rp 1.470 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target hargat tersebut memperkirakan
Baca Juga
“Kami merevisi naik target harga saham PGEO merefleksikan revisi naik target kapasitas Listrik perseroan tahun 2030 dari semula 838 MW menjadi 958 MW atau ada penambahan kapasitas sebanyak 285 MW. Revisi ini meningkatkan oulook kinerja keuangan dan saham perseroan ke depan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam riset yang diterbitkan di pekan ini.
PGEO sebelumnya membidik penambahan pembangkit listrik tenaga panas bumi mencapai 1.000 MW. Dalam pipeline perseroansebesar 672 megawatt penambahan kapasitas dan sebanyak 340 megawatt kapasitas tambahan baru dalam dua tahun mendatang, sehingga totalnya mencapai 1.012 MW atau 1 GW.
Guna mengejar target penambahan kapasitas ini, perseroan gencar ekspansi kapasitas, terbaru telah ditandatanganinya PPA listrik sebanyak 285 MW dari ekspansi kapasitas, yaitu penambahan kapastias 175 MW dari unit Hulu Lais 1 & 2 dan unit Lumut Balai 2. Sedangkan sebanyak 110 MW dari Lumut Balai A dan C1 dengan target penyelesaian tahun 2030.
Baca Juga
Garap Panas Bumi Way Ratai, PGEO dan Chevron Bentuk Anak Usaha
Terkait tahun 2024, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, produksi listriknya diprediksi turun akibat adanya perawatan pembangkit listriknya Kamojang unit 1 dan 4. Hal ini bisa memangkas produksi mencapi 2,6%, sehingga BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun tingkat pertumbuhan laba bersih tahun 2024 hanya 4,3% menjadi US$ 185 juta.
Namun memasuki tahun 2025, dia mengatakan, produksi listrik PGEO diprediksi pulih dan mencatatkan rekor dengan kenaikan dua digit menjadi 5.126 GW. Peningkatan didukung tidak adanya maintenance unit serta harapan Lumut Balai Unit 2 mulai berkontribusi akhir tahun ini.
Estimasi Kinerja Keuangan PGEO
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas

