Pengumuman! Kalbe Farma (KLBF) Komitmen Tebar Dividen Tunai Rutin Tiap Tahun
JAKARTA, investortrust.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membahas rencana pembagian dividen tunai secara rutin setiap tahun, dengan rasio 45%-55% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Direktur PT Kalbe Farma Tbk Kartika Setiabudy mengatakan kebijakan dividen akan menjadi komitmen Perseroan agar memberikan return yang baik kepada pemegang saham ke depannya. Komitmen tersebut diungkap Kartika dalam Public Expose Live secara virtual, Selasa, (28/11/2023).
Manajemen mengakui, 2023 bukanlah tahun yang mudah. Sebab, masih ada transisi prioritas pengeluaran konsumen yang mengurangi pembelian produk kesehatan. Merujuk riset internal perseroan, konsumen cenderung mengutamakan pengeluaran leisure, seperti anggaran jalan-jalan dan makan di restoran pasca-pandemi Covid-19.
“Ini juga berdampak ke produk kesehatan karena dari berbagai marketplaces yang kami ikuti, kesehatan ini memang ditaruh di tingkat paling rendah dari sisi spending konsumer sehingga cukup berdampak bagi produk-produk kami,” sambung Kartika.
Baca Juga
Tantangan lain, terdiri dari harga bahan pokok yang cenderung mahal karena manajemen mengupayakan ketersediaannya sejak masa Covid-19 menyebar. Demi menjaga ketersediaan, manajemen telah melakukan pembelian bahan baku saat rantai pasok global terkendala lockdown di sejumlah daerah.
Ketersediaan bahan baku bahkan ditingkatkan kala itu, sehingga menekan biaya modal produksi. Hal ini dibarengi dengan kembali dibukanya pasar. Perusahaan pun harus menambah biaya operasional untuk aktivitas lebih, demi menjangkau konsumen yang sudah kembali beraktivitas normal.
“Di bawah itu, secara non-operasional items juga terdapat dampak dari forex loss. Sebab, kami juga memiliki cadangan dana dalam dolar Amerika Serikat yang justru menimbulkan forex loss ketika rupiah sempat turun,” tambah Kartika.
Baca Juga
Target Kinerja Kalbe Farma (KLBF) 2023-2024 Dipangkas, Bagaimana Prospek Sahamnya ke Depan?
Sepanjang Januari-September 2023, Kalbe Farma mengantongi penjualan bersih Rp 22,56 triliun, naik 6,5% dibandingkan sembilan bulan pertama 2022. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp 2,06 triliun pada kuartal III-2023 atau turun 16,9% (yoy) akibat kondisi pasar yang menantang dalam periode transisi pasca-pandemi.
Walaupun menghadapi kondisi pasar yang menantang, perseroan meyakini bahwa industri kesehatan tetap akan bertumbuh dalam jangka panjang, seiring meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat.
Secara rinci, kinerja keuangan KLBF kuartal ketiga ditopang penghasilan divisi obat resep sebesar Rp 5,79 triliun atau menyumbang 25,7% dari total penjualan bersih perseroan. Divisi distribusi & logistik meraih penjualan bersih Rp 8 triliun atau menyumbang 35,5% terhadap total.
Divisi Nutrisi membukukan penjualan bersih sebesar Rp 5,89 triliun dan menyumbang 26,1% dari total penjualan bersih Kalbe. Selanjutnya terjadi penurunan pendapatan divisi produk kesehatan sebesar 12,1% (yoy) menjadi Rp 2,86 triliun dengan kontribusi sebesar 12,7% terhadap total penjualan bersih perseroan. (CR-10)

