Ditutup di Level 7.272,80, IHSG 2023 Dekati All Time High
JAKARTA, investortrust.id – Pasar modal Indonesia sepanjang 2023 tumbuh cukup meyakinkan. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada 29 Desember 2023 ditutup di level 7.272,80, menguat 6,17% dari penutupan perdagangan akhir 2022, atau mendekati all time high alias level tertinggi sepanjang masa di posisi 7.318.
“Kalau bicara ekuitas, IHSG ditutup 7.272,80 atau naik 6,17% dibandingkan akhir tahun lalu di posisi 6.850. Ini hampir mencapai all time high di level 7.318 yang dicapai pada 13 September 2022,” ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman dalam Seremoni Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2023, di Jakarta, Jumat (29/12/2023).
Iman mengungkapkan, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di BEI berada pada posisi Rp 10,75 triliun, diikuti volume transaksi harian di angka 19,8 miliar saham, dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,2 juta kali.
Baca Juga
Sementara itu,PT Kustodian Sentral Efek (KSEI) mencatat, investor pasar modal yang terdiri atas investor saham, obligasi, dan reksa dana meningkat 1,85 juta investor menjadi 12,16 juta. Khusus investor saham melonjak 811 ribu menjadi 5,25 juta investor.
“Partisipasi investor ritel pun masih memiliki porsi transaksi tertinggi tahun ini, diikuti meningkatnya partisipasi dari kalangan investor institusi,” imbuh Iman.
Jumlah Investor Melonjak
Per 28 Desember 2023, menurut Iman Rachman, jumlah investor yang aktif ada sekitar 1,4 juta per hari. Di sisi lain, kepemilikan asing sampai November 2023 mengambil porsi 42,9%, turun dari 47% pada 2022. Dari transaksi harian, jumlah investasi asing tumbuh dari 30,7% menjadi 33,33% atau sekitar Rp 3,5 triliun.
Dalam periode serupa, kata Dirut BEI, porsi investor ritel dalam perdagangan di bursa domestik turun dari 45,8% menjadi 38% dengan nilai Rp 4 triliun. Sedangkan institusi domestik naik dari 23,5% menjadi 28,7% atau Rp 3 triliun dari total transaksi harian.
“Walau secara transaksi harian turun dari Rp 14,9 triliun per hari periode Januari-November 2022 menjadi Rp 10,5 triliun tahun ini. Namun dilihat dari before pandemi, ini ada peningkatan,” tegas Iman.
Dia menambahkan, terdapat rekor baru dari sisi kapitalisasi pasar tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai angka Rp 11.762 triliun pada 28 Desember 2023. Rekor baru lain juga tercatat dari sisi volume transaksi harian tertinggi sepanjang sejarah, yakni 89 miliar saham pada 31 Mei 2023.
Iman Rachman menjelaskan, sepanjang 2023, BEI telah meluncurkan sejumlah produk, layanan, dan kebijakan baru, di antaranya normalisasi jam perdagangan pada 3 April 2023, dan normalisasi batas auto rejection bawah (ARB) tahap 1 pada 5 Juni 2023.
“Ada pula peluncuran Indeks Papan Akselerasi pada 31 Mei 2023, peluncuran Papan Pemantauan Khusus Hybrid pada 12 Juni 2023, dan peluncuran New IDX Mobile pada 13 Juli 2023,” papar dia.
Baca Juga
Nilai Transaksi Harian BEI Turun 27% Jadi Rp 10,78 Triliun, Ada Apa?
Normalisasi Jam Perdagangan
Selanjutnya, kata Iman, terdapat peluncuran New PLTE (penerima laporan transaksi efek), Mofids & Daily Watching (DW) pada 31 Juli 2023, serta peluncuran kampanye Aku Investor Saham pada 10 Agustus 2023.
Dia mengemukakan, normalisasi jam perdagangan SPPA dan pelaporan melalui PLTE dilakukan pada 14 Agustus 2023, sedangkan normalisasi batas Auto Rejection Bawah (ARB) tahap 2 pada 4 September 2023.
BEI, menurut Iman Rachman, juga telah mendapatkan penilaian ESG Risk Rating oleh Sustainalytics dengan nilai 16,9, termasuk kategori low risk pada 12 September 2023.
“Sebagai upaya untuk menambah alternatif acuan investasi subsektor bank, BEI dan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga meluncurkan Indeks IDX-Pefindo Prime Bank pada 4 Oktober 2023,” tutur Iman.

