Pendapatan Naik 27%, Rugi Bersih Dua Putra Utama (DPUM) Malah Membengkak 222%
JAKARTA, investortrust.id – Emiten industri dan perdagangan perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) menderita rugi komprehensif periode berjalan sebesar Rp 142,78 miliar pada tahun buku 2023. Jumlah kerugian tersebut membengkak 222,72% secara year on year (yoy), dari rugi komprehensif periode berjalan tahun 2022 sebesar Rp 44,33 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan audited yang dilaporkan Manajemen DPUM, Minggu, (7/4/2024) disebutkan, Perseroan berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 920 miliar sepanjang tahun 2023, meningkat 27,24% yoy dibanding Rp 723,80 miliar pada periode yang sama tahun 2022.
Meski pendapatan meningkat, namun beban pokok pendapatan justru naik melampaui jumlah pendapatan menjadi Rp 921,37 miliar per 31 Desember 2023. Pada periode yang sama tahun 2022 jumlah beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 753,62 miliar.
Baca Juga
Alhasil Perseroan harus menanggung rugi kotor sebesar Rp 1,36 miliar, turun dibanding Rp 29,82 miliar pada tahun 2022. Selain itu terjadi pembengkakan pada pos beban usaha menjadi Rp 15,68 miliar, begitu pula dengan beban lain-lain yang mengalami lonjakan menjadi Rp 116,51 miliar tahun 2023 dari Rp 59,72 miliar pada tahun 2022.
Sementara rugi sebelum pajak tercatat naik menjadi Rp 89,48 miliar tahun 2023 dari Rp 59,46 miliar pada tahun buku 2022. Atas kenaikan rugi bersih, Perseroan mencatatkan peningkatan rugi per saham menjadi Rp 34,08 per 31 Desember 2023 dari posisi Rp 10,95 per saham pada 31 Desember 2022.
Baca Juga
Fantastis, Perputaran Uang Selama Lebaran 2024 Bisa Mencapai Rp 235 Triliun
Sedangkan dari sisi negaca tercatat jumlah aset susut menjadi Rp 1,2 triliun per 31 Desember 2023 dari Rp 1,35 triliun pada 31 Desember 2022.
Sedangkan total ekuitas mengalami penurunan menjadi Rp 430 miliar dari Rp 573 miliar per 31 Desember 2022, sedangkan jumlah liabilitas turun menjadi Rp 769 miliar per 31 Desember 2023 dari Rp 778 miliar per 31 Desember 2022.

