IHSG Sesi I Melesat 90 Poin, Pertama Kalinya WIKA Pimpin Saham Tercuan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (14/12/2023), ditutup melesat sebanyak 90,36 poin (1,28%) menjadi 7.165,70. IHSG bergerak dalam rentang Rp 7.072,51-7.173,57 dengan nilai transaksi Rp 7,12 triliun.
Lompatan IHSG ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi melesat 5,36%, saham sektor keuangan 1,91%, sektor property 1,87%, sektor transportasi 1,05%, dan sektor energi 0,95%.
Baca Juga
Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan 0,55%, sektor infrastruktur 0,92%, dan saham sektor material dasari 0,39%.
Di tengah lompatan IHSG, kelima saham ini mencatatkan penguatan paling pesat, yaitu saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik Rp 53 (27,18%) menjadi Rp 248, PT Indointernet Tbk (EDGE) melesat Rp 1.000 (19,80%) menjadi Rp 6.050, PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) naik Rp 29 (19,59%) menjadi Rp 177, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Tbk (BBRM) naik Rp 9 (16,07%) menjadi Rp 65, dan PT Wika Beton Tbk (WTON) naik Rp 16 (14,68%) menjadi Rp 125.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda beberapa saham berikut, yaitu saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Satria Andalan Prima Tbk (SAPX), PT Sumber Energi Andalan Tbk (IMTA), PT Sumber Global Energy Tbk (SGER), dan PT NFC Indonesia Tbk (NCFX).
Baca Juga
Mitsubishi Power Operasikan Turbin Gas, 30% Co-Firing Bahan Bakar Hidrogen
Kemarin, IHSG ditutup terkoreksi hingga 49,97 poin (0,70%) menjadi 7.075,34. Invdestor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 817,80 miliar. Saham terbanyak yang dilepas adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 139,03 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 121,43 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 101,31 miliar.
Sebaliknya bursa saham Wall Street ditutup melesat dengan penguatan tertinggi melanda Dow Jones sebanyak 1,40%, indeks S&P500 menguat 1,37%, dan indeks Nasdaq menguat 1,38%. Lompatan bursa Dow Jones setelah The Fed menahan tingkat suku bunga dan terbukanya peluang pemangkasan mulai tahun depan.

