Beredar Kabar Saham Archi (ARCI) Bakal Diakuisisi, Manajemen Beri Jawaban Ini
JAKARTA, Investortrust.id – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengungkapkan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham utama perseroan. Hal ini menjawab pernyataaan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait adanya pemberitaan bahwa pemegang saham utama akan menjual sebagian sahamnya.
“Perseroan juga tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu dari perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.04/2017 Tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka,” tulis Corsec Archi Hidayat Dwiputro Sulaksono dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan saham perseroaan, Senin (17/10/2023).
Baca Juga
Komisaris dan Direktur Petrindo Ini Borong Saham CUAN, Nilainya Tak Tanggung-Tanggung
Sampai saat ini, dia menambahkan, perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham ARCI yang belum diungkapkan kepada publik.
“Apabila terdapat informasi atau fakta material yang perlu diungkapkan kepada publik, perseroan akan senantiasa mematuhi kewajiban penyampaian informasi terkait informasi atau fakta material sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ,” tulisnya.
Sedangkan hingga sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ARCI ditutup terkoreksi Rp 26 (6,16%) menjadi Rp 396. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 386-432.
Baca Juga
Sebelumnya beredar kabar bahwa PT Rajawali Corpora milik Peter Sondakh sedang mempertimbangkan untuk menjual saham mayoritasnya di Archi Indonesia. Hal tersebut terungkap pada pemberitaan Bloomberg pada 13 Oktober.
Berdasarkan sumber Bloomberg yang mengetahui mengenai hal tersebut, konglomerat itu bekerja sama dengan penasihat keuangan mengenai potensi divestasi tersebut dan mungkin memutuskan untuk tetap mempertahankan sahamnya.
Rajawali Corp yang memiliki sekitar 85% saham ARCI disebut sedang mencari valuasi sekitar U$ 1 miliar untuk ARCI. Diskusi sedang berlangsung dan belum ada kepastian Rajawali Corp akan melanjutkan ke penjualan, kata sumber Bloomberg.
Baca Juga
Gandeng Wuhuan Engineering, Adhi Karya (ADHI) Garap Proyek Jumbo Ini
Archi Indonesia merupakan salah satu penghasil murni emas (pure-play gold producer) terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Sedangkan Rajawali Corpora merupakan perusahaan holding investasi di Indonesia yang memiliki portofolio berbagai bisnis di industri yang berbeda.

