Film Ini Terlaris Kedua, Mutivision Plus (RAAM) Bidik Laba Rp 100 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Tripar Mutivision Plus Tbk (RAAM) optimistis terhadap pertumbuhan laba bersih tahun ini senilai Rp 100 miliar, menyusul kesuksesan film Di Ambang Kematian yang telah ditonton 3,3 juta orang. Sedangkan hingga September 2023, raihan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 51 miliar.
“Perlu diketahui film dengan judul Di Ambang Kematian telah memecahkan rekor sebagai film terlaris kedua tahun ini. Pendapatan dari film ini belum dicatatkan dalam laporan keuangan hingga September 2023, karena film tersebut dirilis pada 28 September 2023, sehingga pendapatan film ini akantercatat pada kuartal III tahun ini,” tulis penjelasan resmi manajemen dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Jumat (17/11/2023).
Baca Juga
Gara-gara Ini, Laba Perusahaan Raam Punjabi (RAAM) Anjlok 33,39%
Selain film tersebut, RAAM mengungkapkan, target pertumbuhan laba Rp 100 miliar didukung penjualan tiket, distribusi film, penjualan hak cipta web series, dan sinetron.
Terkait tahun 2024, manajemen RAAM menyebutkan, perseroan menargetkan produksi sekitar 13 film. RAAM juga terus beradaptasi dengan mengembangkan lini bisnis digitalnya dan telah mengakuisisi 35% saham DMS+, sebuah platform OTT yang melayani pecinta horor yang diciptakan oleh pasangan Demian Aditya dan Sarah Wijayanto.
DMS+ telah menjangkau 1,3 juta pemirsa dan telah diunduh lebih dari 500.000 kali, dengan basis pengguna aktif sebanyak 278.000. Industri film telah menjadi salah satu sektor paling menarik dan dinamis di dunia hiburan. Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan preferensi konsumen, perusahaan film publik terus beradaptasi agar tetap relevan dan menghadapi berbagai tantangan.
Baca Juga
Prajogo Pangestu Teratas US$ 41,60 Miliar, Berikut Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia
RAAM berdiri sebagai salah satu perusahaan terbesar dan memiliki manajemen paling berpengalaman dengan lebih dari 50 tahun di industri ini. RAAM juga merupakan distributor terbesar film India di Indonesia, Thailand, dan Timor Leste. Perseroan telah menguasai pangsa pasar lebih dari 95%.
RAAM juga mendistribusikan film Indonesia di Malaysia, Singapura, Vietnam dan Kamboja serta memperluas pasar ke Thailand dan Myanmar. Selain memproduksi film-film berkualitas, Perseroan terus melakukan ekspansi dengan menambah lima bioskop baru di beberapa wilayah di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi yang akan dimulai pada tahun 2024.

