Harga Minyak Lanjut Naik, Apa Pemicunya?
JAKARTA, investortrust.id - Harga minyak kembali mencatatkan kenaikan pada perdagangan Rabu (13/3/2024), seiring dengan permintaan global yang lanjutkan penguatan, termasuk konsumen teratas utama dunia yakni Amerika Serikat (AS).
Mengutip Reuters, Rabu (13/3/2024), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik 46 sen atau 0,6% menjadi US$ 82,38 per barel pada 0400 GMT. Begitu juga kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April naik 47 sen atau 0,6%, menjadi US$ 78,03.
Baca Juga
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memproyeksikan permintaan minyak secara global akan mencapai 2,25 juta barel per hari (bph) tahun 2024 dan sebesar 1,85 juta barel per hari pada 2025. Target tersebut sejalan dengan perkiraan pertumbuhan ekonominya untuk tahun ini.
Selain itu, penguatan harga minya dipicu atas persediaan minyak mentah dan persediaan bahan bakar AS turun minggu lalu. Penurunan tersebut berdasarkan data American Petroleum Institute.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Tuntaskan 4 Tahap Penerbitan Obligasi Berkelanjutan Rp 5,75 Triliun
Kenaikan harga minyak dulu sejalan dengan rencana pemotongan suku bunga pada musim panas, meskipun indeks harga konsumen AS naik secara solid pada Februari akibat peningkatan biaya untuk bensin dan tempat tinggal, hal ini menunjukkan hambatan dalam inflasi. Adapun Suku bunga yang lebih rendah mendukung permintaan minyak.
“Lingkungan risiko sebagian besar tetap tidak terpengaruh, bergantung pada keyakinan kuat bahwa harga pasar saat ini untuk penurunan suku bunga hanya pada bulan Juni akan berhasil,” kata ahli strategi pasar di IG, Yeap Jun Rong.(CR-5)

