Agresif Tambah Armada, Saham Emiten Pelayaran (NELY) Bisa Tembus Rp 730
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) dinilai punya potensi pertumbuhan kinerja yang tinggi di masa datang, seiring tingginya demand industri pelayaran serta tarif harga yang tinggi, terlebih NELY mengusung strategi agresif untuk memacu kinerjanya.
Tim Riset Samuel Sekuritas mengatakan, Manajemen NELY terus melakukan ekspansi penambahan armada kapal setiap tahunnya, termasuk Mother Vessel (MV) di tahun depan.
Baca Juga
BEI Buka Kembali Transaksi Saham Kota Satu (SATU), Harga Bakal Lanjut Naik?
“Kami melihat NELY memiliki potensi memacu volume angkutan yang pada berujung pada kenaikan profitabilitas. Maka dari itu, kami menginisiasi rekomendasi ‘buy’ untuk saham NELY dengan target price (TP) Rp 730 per saham, merefleksikan 6,2 kali P/E dan 4,9 kali EV/EBITDA tahun 2024,” papar Analis Samuel Sekuritas, Daniel Widjaja dan Yosua Zisokhi dalam riset yang diterbitkan, Senin (6/11/2023).
Kendati begitu Samuel Sekuritas mengingatkan potensi risiko tidak tercapainya target price tersebut terutama terkait risiko penurunan permintaan angkutan dan Kompetisi bisnis yang semakin ketat.
Dijelaskan, selama rata-rata dalam 5 tahun terakhir, NELY telah menambah 1 set kapal per tahun dan seiring dengan industri yang sedang mengalami over-demand, NELY akan menambah 4 set kapal hingga akhir 2023 dan 4 set kapal serta 1 kapal induk di tahun 2024.
Baca Juga
Penambahan kapal membuat total angkutan NELY bisa mencapai 2,5 juta tonatau tumbuh 3,.5% secara year on year tahun 2023. Sedangkan tahun 2024 akan mencapai dan 3,2 juta ton atau naik 28,6% YoY.
“Selain itu, NELY memiliki competitive advantage berupa pembuatan kapal dari anak usahanya yang dapat menekan biaya sebesar 20% dibanding peers. Maka dari itu kami memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 62,6% YoY di tahun 2023 dan 20,2% YoY di tahun 2024.
Dengan asumsi pertumbuhan tersebut, pendapatan NELY bisa mencapai Rp 605 miliar tahun 2023, dengan laba bersih mencapai Rp 227 miliar tumbuh 79,4% YoY, dengan EBITDA mencapai Rp 275 miliar atau tumbuh 59,2% YoY.

