Pelayaran Jaya (PJHB) Siapkan Armada 2.500 DWT untuk Sektor-Sektor Strategis Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), emiten pelayaran memulai pembangunan armada barunya melalui prosesi keel laying kapal LCT Cipta Jaya Harapan 99 di Samarinda, Kalimantan Timur. Langkah ini sebuah tonggak yang memperkuat percepatan ekspansi PJHB di sektor logistik laut nasional.
Momentum ini adalah pembangunan pertama dari tiga kapal LCT baru yang seluruhnya didanai dari belanja modal IPO senilai Rp158,4 miliar.
Ketiga kapal berkapasitas 2.500 DWT ini didesain untuk menjawab peningkatan permintaan jasa transportasi alat berat, kontainer, dan mesin industri di sektor pertambangan, migas, konstruksi hingga perkebunan, segmen yang mengalami pertumbuhan eksponensial dalam 2 tahun terakhir.
Seluruh kapal dibangun dengan desain double bottom dan disiapkan untuk meraih klasifikasi tertinggi BKI A100, memperkuat posisi PJHB sebagai operator LCT berkualitas premium.
“Kami memanfaatkan waktu dengan optimal. Setelah IPO, langsung bergerak. Ekspansi ini adalah fondasi peningkatan pendapatan dan kapasitas layanan kami di 2025 dan seterusnya,” kata Direktur Utama PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk, Go Sioe Bie (Abie) dalam siaran pers, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga
Dalam beberapa bulan terakhir, permintaan kapal LCT dari sektor industri meningkat signifikan. PJHB bahkan telah memenangi tender di BP Tangguh, hal ini menambah daftar klien strategis perusahaan.
Dengan tiga kapal dibangun secara paralel, PJHB memproyeksikan peningkatan kapasitas angkut dan pendapatan signifikan mulai 2025. Kombinasi kontrak strategis, permintaan sektor industri, dan pipeline ekspansi menjadikan PJHB berada pada jalur pertumbuhan yang solid.
“Kami percaya ekspansi armada ini akan menjadi motor pertumbuhan jangka panjang dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ucap Abie.
Abie mengatakan korporasi saat ini mengoperasikan 5 unit kapal LCT dan pada 2027 PJHB akan menjalankan sebanyak 8 armada dengan tambahan 3 kapal LCT.
Baca Juga
Listing Perdana Saham Pelayaran (PJHB) Bertahan ARA, Simak Ekspansi Ini
Pelaksanaan keel laying ini sekaligus menjadi penanda dimulainya konstruksi kapal yang dikerjakan oleh PT Untung Brawijaya Sejahtera. Pembangunan kapal tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan operasional PJHB, sebagai bagian dari upaya perusahaan memperkuat layanan serta meningkatkan kehadirannya di sektor pelayaran nasional.
Untung Brawijaya Sejahtera sendiri merupakan galangan yang telah berpengalaman dalam pembangunan serta docking armada milik PT Pelayaran Jaya Hidup Baru sebelumnya.
“Investasi armada baru ini dirancang untuk mendukung peningkatan permintaan dan tahapan fabrikasi ini menjadi komitmen kuat kami dalam perluasan kapasitas layanan bagi pelanggan,” jelas Abie.
Ketiga kapal LCT yang dibangun masing-masing memiliki panjang 72–75 meter dan kapasitas sekitar 2.500 DWT. Kapal-kapal ini dirancang untuk mengangkut alat berat, mesin industri, serta kontainer yang dibutuhkan sektor pertambangan, migas, konstruksi dan perkebunan, segmen pasar yang selama ini menjadi backbone operasional PJHB.
Abie mengakui permintaan kapal LCT untuk kalangan industri amat tinggi dan pihaknya juga merupakan pemenang tender di BP Tangguh untuk pengadaan kapal LCT.

