Net Buy Rp 372,91 Miliar, Ada Saham BBRI hingga BBTN
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 372,91 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/3/2024), naik hanya 11,8 poin (0,16%) menjadi 7.350,15.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 213,82 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 132,86 miliar, PT Nusantara Sawit Sejahterae Tbk (NSSS) Rp 132,34 miliar, PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) Rp 130,03 miliar, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 88,47 miliar.
Baca Juga
Cum Dividen Berakhir, Saham BTN (BBTN) justru Terbang, Simak Lagi Target Ini
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda lima saham ini, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 461,90 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 35,84 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 26,78 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 24,26 miliar, dan PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) Rp 15,26 miliar.
Terkait penguatan IHSG jelang akhir pekan ini didukung kenaikan lima sektor saham berikut, yaitu saham sektor kesehatan 1,53%, sektor teknologi 1,32%, sektor transportasi 1,24%, sektor keuangan 0,45%, dan sektor konsumer non primer 0,20%.
Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi 0,46%, sektor properti 0,33%, sektor industry 0,32%, sektor konsumer primer 0,18%, dan sektor material dasar 0,14%.
Baca Juga
Meski IHSG hanya naik tipis, enam saham berikut justru cetak auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) melesat Rp 33 (34,74%) menjadi Rp 128, PT Golden Flower Tbk (POLU) melesat Rp 76 (24,84%) menjadi Rp 382, dan PT Sona Topas tourism Industry Tbk (SONA) menguat Rp 340 (25%) menjadi Rp 1.700.
Lompatan hingga ARA juga melanda saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) naik Rp 123 (25%) menjadi Rp 615, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melesat Rp 190 (24,52%) menjadi Rp 965, dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menguat Rp 160 (24,43%) menjadi Rp 815.
Sebaliknya pelemahan PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH), PT Mitra Pack Tbk (PTMP), PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (LMAX), PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA), dan PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG).
