Dirut BBTN Buka-Bukaan, dari Spin Off hingga Rencana Merger dengan Muamalat
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Nixon LP Napitupulu buka suara perihal rencana spin off unit usaha syariah dan merger dengan Bank Muamalat. Kepada awak media, ia menyebut rencana aksi korporasi itu sedang dalam proses.
"Jawabannya kita lagi on process. Begitu saja ya," ungkap Nixon saat dijumpai di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (03/01/2024).
Di tengah proses itu, Nixon mengaku belum dapat memastikan perkembangan dan proyeksi merger secara detail.
"Kita belum berani bilang merger. Targeted banknya masih kita kaji, ada dua. Most likely mengarah ke satu. Cuma memang saya belum boleh bilang targeted name, karena nanti setelah keterbukaan informasi," ujarnya.
Ia juga belum bisa memastikan nama baru pasca merger. Sebelum ini berkembang kabar soal nama BTN Syariah setelah rencana merger terealisasi. "Belum sampai nama. Kemungkinan itu bisa jadi ada. Tapi itu pasti ada pembicaraan," sebutnya.
Rencana Bisnis Pasca Spin Off
Jika merger terealisasi, BBTN berpotensi menjadi bank syariah kedua terbesar di Indonesia. Nixon pun merespons positif soal peluang tersebut.
Baca Juga
Lebih lanjut, Nixon menyebut BTN akan fokus pada segmen KPR apabila nantinya resmi spin off atau melepas BTN Syariah.
Menurut Nixon fokus BBTN terhadap segmen tersebut didasari atas potensi kredit pemilikan rumah (KPR) syariah yang mengalami pertumbuhan.
"Butuh yang benar-benar fokus di konsumen syariah. Kalau BTN ini sekarang kan masih agak campur-campur. Saat ini 20%-30% akad KPR sekarang itu (pasar) mintanya syariah,” tuturnya.
Ia juga menegaskan, sebagian bisnis BTN di 2024 akan fokus kepada sektor perumahan.
"Kita harapkan akan fokus di KPR kurang lebih 60-70%. (Sisanya) di SME dan UMKM 30-40%. Jadi fokusnya clear, retail and consumer banking. Tidak akan main di corporate, tidak akan main di segmen-segmen atas," terang Nixon.
Baca Juga
Prospek Keuangan BTN (BBTN) Menguat, Ternyata Segini Target Sahamnya

