Dongkrak Kapasitas Produksi, Bukit Asam (PTBA) Anggarkan Capex Rp 2,9 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menganggarkan belanja modal/capital expenditure (capex) senilai Rp 2,9 triliun di tahun 2024. Dana tersebut nantinya digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Hal itu disampaikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Farida Thamrin saat Konferensi Pers Kinerja Perseroan Tahun Buku 2023 di Jakarta, Jumat (8/3/2024).
"Sebesar Rp 2,9 triliun untuk tahun ini, sudah mulai mengalokasikan unlocking logistics, nanti cadangan PTBA banyak di tambang akan dilakukan penjualan dengan meningkatkan kapasitas," kata Farida.
Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional perseroan, dan sebagian dana dialokasikan untuk anak perusahaan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan di tahun 2024 PTBA menargetkan produksi batu bara sebesar 41,3 juta ton, penjualan 43,1 juta ton, serta angkutan 33,7 juta ton.
"Capaian produksi ini berhasil melampaui target sebesar 41 juta ton yang ditetapkan pada awal tahun 2023," tambahnya.
Baca Juga
Laba Bukit Asam (PTBA) Turun 51,58% Jadi Rp 6,1 T, Meski Produksi Meningkat
Tak hanya itu, PTBA mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi batu bara dan menjaga ketahanan energi nasional. Kerjasama dengan berbagai pihak dijalin untuk mendorong peningkatan nilai tambah batu bara.
Kerjasama itu di antaranya melalui kolaborasi dengan Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN) dan berbagai perguruan tinggi. Selain itu, perusahaan telah menyediakan lahan untuk pembangunan industri hilirisasi yang bekerja sama dengan mitra potensial.
Sementara itu, dengan mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission pada 2060, PTBA berupaya menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. PTBA telah membangun PLTS di Bandara Soekarno-Hatta bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero), PTBA juga bekerja sama dengan Jasa Marga Group untuk pengembangan PLTS di jalan-jalan tol.
Hingga saat ini, PTBA sedang mendalami peluang pengembangan EBT berbasis hydrogen, baik untuk kebutuhan sendiri maupun mendukung penguatan kebutuhan kemitraan dalam sistem rantai bisnis transportasi dan produksi PTBA di masa depan (CR-5).
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Raih Penghargaan Perusahaan Terbaik di Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja

