Saat Harga Turun, Pendiri dan Direktur Cisarua (CMRY) Ini Berlomba Tambah Saham
JAKARTA, Investortrust.id – Pengendali sekaligus komisaris PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) Bambang Sutantio mulai menambah kepemilikan dengan membeli sejumlah saham dari pasar.
Bambang membeli sebanyak 627.600 saham CMRY dengan harga pelaksanaan Rp 3.737 per saham pada 6 September 2023. Dirinya menggelontorkan dana Rp 2,34 miliar.
Baca Juga
OJK Cabut Izin Usaha Broker Asuransi PT Bintang Jasa Selaras
Bambang dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/9/2023), menyebutkan bahwa pembelian tersebut bertujuan sebagai investasi. Aksi tersebut menjadikan total saham yang dikuasainya bertambah dari 4,24 miliar (53,55%) menjadi 4,25 miliar (53,56%) saham.
Terkait pergerakan harga, saham CMRY masih menunjukkan pelemahan dalam satu bulan terakhir. Pada 10 Augustus 2023, saham CMRY bertengger di Rp 4.120, dibandingkan penutupan harga hari ini level Rp 3.910.
Baca Juga
Volatilitas Pasar Tinggi, Perhatikan Rilis Data-Data Penting Pekan Ini
Sedangkan secara kinerja keuangan, Cimory (CMRY) membukukan lonjakan laba periode berjalan menjadi Rp 622,04 miliar hingga semester I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 581,14 miliar.
Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan perseroan dari Rp 3,13 triliun menjadi Rp 3,77 triliun. Laba usaha perseroan juga berhasil naik dari Rp 697,45 miliar menjadi Rp 721,52 miliar.
Baca Juga
Kontras! Investor Asing Borong Saham BUKA, Saat GOTO Diobral
Ternyata tak hanya pengendali Bambang Sutantio, Direktur Cisarua Farell Grandisuri juga ikut membeli saham CMRY dari pasar dengan jumlah lebih besar. Dirinya membeli sebanyak 1.55.700 saham dengan harga pelaksanaan Rp 3.640, sehingga total dana yang digelontorkan Rp 4,20 miliar.
Dirinya dalam keterbukaan informasi di BEI hari ini menyebutkan bahwa pembelian saham tersebut dilaksanakan pada 6 September 2023. Dengan pembelian tersebut, total kepemilikan saham Farell Grandisuri bertambah dari 607,40 juta saham (7,65%) menjadi 608,55 juta saham (7,66%) saham.

