Saat Harga Turun, Direktur Ini Tambah Saham di Lippo Karawaci (LPKR)
JAKARTA, Investortrust.id – Direktur PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Phua Meng Kuan memborong sebanyak 1,86 juta saham LPKR dari pasar saham. Aksi beli tersebut dilakukan saat harga saham LPKR memasuki level bawah.
Phua Meng Kuan dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/8/2023), menyebutkan dirinya membeli sebanyak 1,86 juta saham LPKR dengan harga pelaksanaan Rp 99 per saham, sehingga total dana yang dikucurkan mencapai Rp 184,14 juta.
Baca Juga
Patrick Walujo Tiba-tiba Akumulasi Saham GOTO dari Pasar, Nilainya Jumbo
Pembelian saham tersebut telah dilaksanakan pada 24 Agustus 2023, sehingga total kepemilikan saham direktur kewarganegaraan Australia ini bertambah menjadi 11,6 juta saham LPKR atau setara dengan 0,01% saham.
LPKR mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 19% menjadi Rp 8,1 triliun pada Semester I-2023. Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan laba kotor sebanyak 21% YoY menjadi Rp 3,5 triliun dan EBITDA melesat sebesar 39% YoY menjadi Rp 2 triliun. LPKR juga sukses mencetak laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun pada Semester I-2023 yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dari rugi bersih sebesar -Rp 1,2 triliun pada Semester 1-2022.
Pada segmen real estate, LPKR sukses membukukan pra penjualan sebesar Rp 2,48 triliun yang ditopang oleh penawaran produk yang beragam serta peluncuran produk yang konsisten. “Keberhasilan ini memenuhi 50,6% dari target pra penjualan yang sebesar Rp4,9 triliun pada tahun 2023,” tulis rilis tersebut.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Cetak Level Tertinggi Baru, Target Harga Sahamnya Ternyata masih Tinggi
Segmen layanan kesehatan LPKR yang dioperasikan oleh anak usaha LPKR, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan keuangan yang kuat selama semester I-2023. Pada periode tersebut, pendapatan dari segmen layanan kesehatan tumbuh sebesar 20% YoY dan EBITDA meningkat sebesar 48% YoY.
Adapun segmen gaya hidup terus mendapatkan keuntungan dari pemulihan pasca-Covid dengan pendapatan dan EBITDA pada Semester I/2023 meningkat masing-masing sebesar 14% dan 20% YoY.

