Usai 9 Hari Terbang, Saham Barito Renewables (BREN) Akhirnya Terkoreksi
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ditutup terkoreksi untuk pertama kalinya setelah 10 hari ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/10/2023). Penurunan tersebut menjadikan posisi perseroan sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat tergusur.
Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) perseroan turun menjadi Rp 535 triliun. Dengan demikian, perseroan kembali ke peringkat kelima setelah disalip PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan market cap Rp 539 triliun.
Baca Juga
9 Hari Listing, Cuan Saham Barito Renewables (BREN) Sudah Segini
Berdasarkan data perdagangan saham BEI sesi I, saham BREN ditutup terkoreksi Rp 50 (1,23%) menjadi Rp 4.000. Saham emiten Prajogo Pangestu ini bergerak dalam rentang Rp 3.920-4.2010.
Sebelumnya, Direktur Barito Renewables Merly melalui penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, perseroan melalui anak usahanya Star Energy Group Holdings Pte Ltd (STAR) berkomitmen untuk mengembangkan usaha.
Pengembangan dilakukan dengan melanjutkan proyek Salak Binary melalui penambahan kapasitas sebesar 15 MW yang telah mencapai mechanical completion hingga 3 Oktober 2023. Progress penambahan kapasitas tersebut telah mencapai 95,26%.
“Tahap penyelesaian berikutnya untuk mencapai COD adalah koneksi ke jaringan dan komisioning dengan target pada akhir 2023,” tulisnya dalam keterangan resminya.
Selain itu, dia mengatakan, STAR saat ini memulai proyek retrofit di lapangan Salak dengan target menambah kapasitas sebanyak 7,2 MW dan direncanakan beroperasi tahun 2025.
Baca Juga
Perseroan juga berkomitmen untuk melanjutkan eksplorasi panas bumi di Hamiding (Maluku Uturan dan Sekincau Selatan (Lampung). Menurut dia, STAR sedang melakukan survei pendahuluan dan eksplorasi panas bumi di dua wilayah tersebut.
“STAR juga tetap aktfi mencari prospek pengembangan usaha melalui akuisisi atas perusahaan energi baru dan terbarukan baik di dalam dan luar negeri,” terangnya.

