Saham Barito Renewables (BREN) Akhirnya Balik ke Level Rp 6.000, Market Cap Jadi Segini
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), akhirnya balik ke level Rp 6.000 setelah sebulan terakhir ditransaksikan di bawah level tersebut. Bahkan, saham BREN sempat terjerembab ke level Rp 4.250.
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/4/2025), saham BREN ditutup melesat Rp 400 (7,14%) menjadi Rp 6.000. Meski demikian harga tersebut masih berada di bawah level penutupan tertingginya Rp 11.900 pada 11 September 2024.
Baca Juga
Umumkan Kinerja 2024 dan Buyback, Saham Barito Renewables (BREN) Mendadak Balik ke Level Rp 6.000
Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten pembangkit listrik geothermal ini meningkat menjadi Rp 803,71 triliun. Meski demikian market cap tersebut masih jauh di bawah level tertingginya bernilai Rp 1.250 triliun. Penguatan saham BREN tersebut berdampak terhadap kenaikan pesat indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI hari ini.
Sebelumnya, Barito Renewables (BREN) telah menandatangani pinjaman berupa fasilitas berjangka senior yang dijamin (senior secured term facility agreement) bernilai US$ 139,5 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pengembangan panas bumi anak usaha perseroan.
Fasilitas pinjaman tersebut ditandatangani anak usahanya Star Energy Geothermal Pte Ltd dan Star Energy Geothermal (Wayang Windu) ltd. Sedangkan Sumitomo Mitsui Banking Corporationg Singapore bertindak sebagai agen serta SMBC dan DBS Bank sebagai pemeri pinjaman awal.
Baca Juga
Fasilitas pinjaman tersebut terdiri atas fasiltias A yang diperoleh Star Energy Geothermal Pte Ltd senilai US$ 114,5 juta. Sedangkan Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd mendapatkan pinjaman fasiltias B bernilai US$ 25 juta.
Sebelumnya, emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu sedang melakukan pembelian kembali (buy back) saham dalam kondisi pasar berflutuasi. Dianggarkan dana hingga Rp 2 triliun untuk aksi korporasi tersebut.

