Pertumbuhan Berlanjut, Prospek Saham BTN (BBTN) Kian ‘Kinclong’
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menunjukkan keberlanjutan pertumbuhan pada bulan pertama tahun 2024. Hasil tersebut memperkuat keyakinan terhadap kinerja keuangan dan saham perseroan bertumbuh tahun ini.
Perbaikan terlihat dari pertumbuhan kredit perseroan mencapai 13% sepanjang Januari 2024, rasio CASA tetap berada di atas 50%, dan biaya kredit (cost of credit) berada di bawah target yang ditetapkan tahun ini. Bahkan, pertumbuhan kredit perseroan tetap kuat dibandingkan dengan rata-rata industry.
Baca Juga
Rally Saham BBTN Berlanjut, Target Harganya Ternyata masih Menggiurkan
“Dengan rencana perseroan melanjutkan penjualan sejumlah aset bermasalah tahun ini akan membawa ROAE BBTN kuat sampai akhir tahun,” terang analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra dalam riset yang diterbitkan, Jumat (1/3/3034).
Sejumlah faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.800. Target tersebut mempertimbangkan estimasi peningkatan laba bersih sepanjang tahun ini.
Terkait realisasi kinerja keuangan perseroan sepanjang Januari 2024, Mandiri Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan perseroan mencetak laba bersih Rp 276 miliar. Angka tersebut setara dengan 7% dari target Mandiri Sekurtias dan sesuai dengan perkiraan konsensus analis.
Baca Juga
BBTN Optimistis Aset UUS Tembus Rp 50 Triliun, Syarat Spin Off Terpenuhi?
Mandiri Sekuritas juga mengapresiasi keberhasilan BTN mencatatkan pertumbuhan kredit sebanyak 13% dan simpanan sebasar 5% pada Januari 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu.
Pandangan positif juga diberikan atas keberhasilan BBTN mengerek naik NIM menjadi 3,4% pada Januari 2024, dibandingkan Januari 2023 sekitar 3%. Kenaikan tersebut didukung kuatnya pertumbuhan kredit dan pendapatan bunga.
BTN juga mencatatkan penurunan biaya provisi sebanyak 10% menjadi Rp 227 miliar yang berimbas terhadap penurunan biaya kredit menjadi 0,8% pada Januari 2024. Bahkan, biaya kredit tersebut lebih rendah dari perkiraan tahun ini berkisar 1,1-1,2%.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengant arget harga Rp 1.800. Target tersebut mengasumsikan proyeksi kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 3,87 triliun tahun ini dan PPOP diharakan naik menjadi Rp 9,08 triliun.
Baca Juga
Sebelumnya, RHB Sekuritas dan Trimegah Sekuritas telah terlebih dahulu mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga beragam.
Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa terbuka peluang penguatan lebih lanjut kinerja keuangan BBTN. Hal ini didukung atas kebijakan insentif pembelian properti melalui diskon tarif PPN. Hal ini akan meningkatkan permintaan kredit kepemilikan rumah (KPR). Peluang berlanjutnya pertumbuhan tahun ini mendorong RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.650.
Begitu juga dengan tim riset Trimegah Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap prospek keuangan dan saham BBTN tahun ini. Menurut riset hariannya, berlanjutnya pertumbuhan kredit bersamaan dengan rencana penjualan aset bermasalah diperkirakan membuat lanjut kenaikan laba tetap kuat tahun ini. Hal tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.600.

