Samuel Sekuritas Proyeksikan Harga Saham Bank Digital Akan Kembali Pulih
JAKARTA, Investortrust.id - Di tengah kondisi menantang yang membuat harga saham di sejumlah bank digital melandai, Head of Research PT Samuel Sekuritas Indonesia (Samuel Sekuritas), Suria Dharma optimistis kondisi ini tidak akan berlangsung lama, seiring pemulihan ekonomi yang terjadi.
Menurutnya, penyebab dari penurunan valuasi saham bank-bank digital salah satunya karena tingkat suku bunga yang tinggi. Dengan suku bunga The Fed atau Fed Fund Rate (FFR) yang saat ini berada di level 5,5%, memaksa Bank Indonesia (BI) juga menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 2 basis poin (bps) menjadi 6,00%.
“Mungkin kalau dilihat memang salah satunya karena suku bunga tinggi. Suku bunga tinggi kan yang paling kena itu perusahaan teknologi, karena mereka mungkin masih baru start beroperasi itu masih merugi. Jadi pada saat suku bunga tinggi, mereka sangat terkena,” ujar Suria Dharma, dalam agenda Focus Group Discusion (FGD) Digital Banking Awards (DBA), bertema ‘Business Resilient Againts Cyber Attack’ yang diadakan Investortrust.id di The Convergence, Jakarta, Senin, (27/11/2023).
Suria Dharma dan Dr Bayu Prawira Hie berdiskusi pada acara FGD “Business Resilient Against Cyber Attack” dalam rangka Digital Banking Awards 2023 di kantor redaksi Investortrust, Senin, (27/11/2023). Foto: Investortrust/Elsid Arendra
Meski begitu, lanjutnya, ia optimistis masih ada prospek yang cerah terhadap situasi pada bank digital ke depannya, seiring dengan semakin membaiknya perekonomian dan potensi penurunan suku bunga yang akan dilakukan pemerintah dalam beberapa waktu ke depan.
“Dengan berakhirnya tingkat suku bunga tinggi yang kelihatannya dalam waktu dekat-dekat ini atau tahun depan itu mulai merendah, saya perkirakan bank-bank digital akan kembali pulih,” tegas Suria Dharma. (CR-13)

