Tambah Armada, AKR Corporindo (AKRA) Tambah Modal Anak Usaha
JAKARTA, investortrust.id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menambah modal ditempatkan dadn disetor anak usahanya PT AKR Sea Transport (AST). Dana tambahan tersebut akan digunakan anak usaha tersebut untuk pembelian kapal.
Perseroan menyebutkan modal ditempatkan dan disetor perseroan AST dinaikkan dari Rp 274,9 miliar menjadi Rp 404,9 miliar. Dengan demikian, perseroan menyetorkan tambahan modal Rp 130 miliar.
“Dana yang diperoleh akan digunakan AST untuk membeli kapal guna menunjang kegiatan operasional AST ke depan,” tulis Direktur dan Corsec AKR Suresh Vembu dalam penjelasan resminya di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Agresif! Arthakencana Kembali Tambah Saham AKR Corporindo (AKRA)
Penambahan modal tersebut menjadikan total saham perseroan di ATS bertambah menjadi 404,899 unit atau setara dengan 99,99%. Sisanya dikuasai PT Usaha Era Pratama Nusantara.
Sebelumnya, Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian mengatakan, saham AKR Corporindo (AKRA) layak direkomendasikan beli didukung sejumlah faktor. Di antaranya, lompatan penjualan luas lahan industri yang berimbas terhadap peningkatan margin keuntungan dan pendapatan berkelanjutan.
“Perseroan juga didukung segmen bisnis distribusi BBM dan bahan kimian dengan target rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 12% dalam lima tahun mendatang,” tulisnya dalamr riset tersebut.
Perseroan juga didukung neraca keuangan kuat yang bisa mendukung ekspansi lebih lanjut dan membuat rasio dividen tetap kuat berkisar 60% dari total perolehan laba bersih.
Baca Juga
Gelontorkan Rp 278 Miliar, AKR Corporindo (AKRA) Tambah Modal Dua Anak Usaha Ini
Terkait penjualan lahan industry, dia mengatakan, diperkirakan berkontribusi sebanyak 28,7% terhadap laba kotor perseroan tahun 2023. Pertumbuhan peningkatan laba kotor segmen lahan industry diperkirakan mencapai 10,2% tahun 2023-2029.
Sejumlah faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 2.000 per saham.
Sucor Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 2,82 triliun pada 2024, dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 2,52 triliun. Begitu juga dengan pendapatan diproyeksikan meningkat menjadi Rp 41,35 triliun, dibandingkan perkiraan tahun 2023 senilai Rp 42,24 triliun.

