IHSG Cetak Rekor Baru dalam Dua Bulan, Saham ALMI Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/11/2023), ditutup naik tipis 3,78 poin (0,05%) menjadi 7.014,41, saat bursa saham regional melemah. IHSG bergerak dalam rentang 7.008,81-7.061,83.
Posisi indeks 7.013,41 merupakan level tertinggi terhitung sejak 25 September 2025. Sedangkan dalam perdagangan intraday, level IHSG sempat melesat hingga berada di level tertinggi baru dalam setahun terakhir.
Baca Juga
CGS CIMB Securities Kembali Tambah Saham Astrindo (BIPI), Kini Kuasai 12,84%
Penguatan tipis indeks didukung kenaikan saham sektor material dasar sebanyak 1,32%, sektor properti sebanyak 1,11%, sektor energi 0,61%, sektor konsumer primer 0,24%, dan sektor keuangan 0,07%.
Sebaliknya pelemahan melanda beberapa sektor saham, seperti saham sektor teknologi 5,72%, sektor infrastruktur 0,76%, sektor transportasi 0,64%, sektor industry 0,30%, dan sektor konsumer non primer 0,20%.
Meski IHSG naik tipis, kelima saham ini catatkan lompatan harga tinggi, saham PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) ditutup naik hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 63 (34,43%) menjadi Rp 246, PT Prima Alloy Steel Universal Tbk (PRAS) naik Rp 24 (20,87%) menjadi Rp 139, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik Rp 46 (17,29%) menjadi Rp 312, dan PT Primadaya Plastindo Tbk (PDPP) menguat Rp 42 (15%) menjadi Rp 322.
Baca Juga
Progres 30%, Pakuwon (PWON) Optimistis “The Next Kota Kasablanka” Beroperasi Akhir 2024
Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam melanda saham PT Indointernet Tbk (EDGE), PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM), dan PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY).

