Go Public Bukan untuk Cari Duit
JAKARTA, investortrust.id - Siapa bilang perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa hanya milik para pengusaha dari kota-kota besar? Benarkah go public adalah akal-akalan pengusaha untuk mencari duit?
Adalah Seiko Manito, putera daerah asli Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) yang berhasil mewujudkan mimpi mengantarkan perusahaannya, PT Topindo Solusi Komunika Tbk, melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Topindo bahkan menjadi perusahaan pertama asal Kalbar yang berhasil go public.
Meraup dana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai Rp 109,35 miliar, Topindo Solusi Komunika resmi mencatatkan saham (listing) perdana di BEI pada Rabu (7/2/2024), dengan sandi saham TOSK.
Direktur Utama Topindo Solusi Komunika, Seiko Manito membagikan kisahnya dalam podcast Konvergensi bertajuk “Go Public Bukan untuk Cari Duit” yang dipandu Chief Executive Officer (CEO) PT Investortrust Indonesia Sejahtera, Primus Dorimulu. Berikut penuturan lengkapnya:
Bagaimana Anda merintis usaha ini?
Saya memulai usaha pada usia 16 tahun, saat SMA kelas 2. Saya menjadi agen pulsa dari server pulsa di Surabaya. Ternyata banyak teman berminat jual pulsa. Pada 2010, saya sudah membuat server sendiri dengan komputer Pentium 4 usang waktu itu, dengan software bajakan.
Saat kelas 2 SMA, ranking saya di kelas masih 10 besar. Nah, waktu kelas 3, saya hampir tidak lulus ujian. Tetapi saat itu saya mendapatkan penghasilan Rp 1 juta per hari.
Baca Juga
Tetapkan Harga IPO Rp 125, Startup Milik Seiko (TOSK) Raup Dana Rp 109 Miliar
Perusahaan Anda bergerak di bidang apa?
Pada dasarnya bisnis ini merupakan bisnis yang saya bangun sejak 2009, berawal dari distributor pulsa konvensional. Pada 2018 saya melihat penggunaan smartphone semakin luas, sehingga ada kesempatan besar untuk mengeksplorasi bisnis ini menjadi lebih maju.
Awalnya saya membangun platform Topindopay dan mendapatkan respons sangat positif dari user. Saya mendapatkan lebih dari 50.000 user dalam waktu tiga bulan. Itu menjadi katalis. Bahkan pada 2021, kami menyentuh angka penjualan Rp 2 triliun per tahun.
Saat kita dilanda pandemi Covid-19, ketika teman-teman lain melakukan efisiensi dan semacamnya, kami justru menambah banyak kantor cabang. Di Kalimantan sendiri kami punya 17 kantor. Saat Covid, kami juga terus menambah jumlah karyawan. Secara grup, kami saat ini memiliki 200 karyawan. Kami telah rebranding menjadi Topindoku.
Transformasi Topindoku dimulai dari mana?
Kami menggunakan short message service (SMS) dan host to host sebelum 2018. Kami menjadi platform digital pada 2018, berbasis Android dan IOS.
Kalau kita bicara distribusi produk pulsa, zaman dulu kan menggunakan SMS untuk media interaksi, itu sebelum 2018. Ini yang disebut bisnis host to host. Dalambisnis ini, cuma selisih Rp 25, orang akan beralih ke yang lain. Jadi,ini bisnis yang bagus untuk cashflow, tapi tidak bagus dipertahankan karena business continuity-nya dipertanyakan.
Baru pada 2018 kami membuat platform. Yang membuat kamikuat, kami punya komunitas. Jadi, orang-orang kadang berpikir, oke valuasi Topindo kemahalan dan semacamnya. Mereka lupa justru yang paling berharga dari perusahaan teknologi adalah komunitas yang berhasil dibangun.
Core business Topindoku sebetulnya apa?
Kami punya platform yang menjadi solusi bagi teman-teman pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjual produk digital, seperti pulsa, pembayaran paket data, pembayaran tagihan, pembayaran pajak, dan semacamnya.
Mitra-mitra kami juga bisa membuka ekspedisi untuk pengiriman seperti kurir. Juga menggunakan QRIS untuk membantu inklusi keuangan mereka. Kami pun punya produk fisik yang membantu mitra kamiyang berupa warung untuk mengisi barang dagangannya dengan harga murah danminimum order quantity yang kecil.
Pemilik warung yang ingin berjualan pulsa atau paket data bisa menggunakan Topindoku. Yang ingin menerima pengiriman paket, cukup menggunakan platform Topindoku. Dia bisa menyajikan berbagai ekspedisi, bukan hanya satu saja. Kami seperti agregator, berbagai produk kami hubungkan dengan satu aplikasi kepada warung-warung ini.
Apa pun yang mereka butuhkan, apa pun solusi yang mereka butuhkan, akan kami sediakan untuk membantu mereka, termasuk berbagai barang, hingga beras, kami sediakan.
Kita juga melayani delivery barang. Kalau bisnis fast moving consumer goods (FMCG) memang sebuah bisnis yang sulit untuk dibangun. Kalau produk digital, kami sudah nasional. Untuk produk fisik, kami main di Pontianak.
Kami akan terus mengembangkan bisnisdi Singkawang dan secara bertahap akan masuk ke setiap ibu kota provinsi di Kalimantan. Jadi, FMCG produk fisik kami akan fokus di Kalimantan.
Baca Juga
Rancang Bisnis FMCG, Topindo (TOSK) Ambisi Ekspansi ke Luar Kalimantan
Jenis UMKM yang dilayani?
Kami tidak membatasi mereka. Yang paling banyak bermitra dengan kamiadalah yang warung-warung itu, ultramikro. Kami banyak bersinggungan dengan nasabah BRI.
Berapa jumlah pengunduh aplikasi Topindoku di playstore saat ini?
Saat ini sekitar 500 ribu. Tetapi pada angka riil-nya hanya di playstore sudah 1 juta sekian. Mereka membutuhkan waktu untuk update.
Jumlah gerai yang dimiliki Topindoku?
Sempat 23 gerai. Dari 2021-2023, kami mengelola sendiri 23 gerai. Sejak 2023 ada gerai tertentu yang kami serahkan ke mitra kami supaya putra daerahnya bisa membangun dan mengelola.
IPO adalah tujuan akhir bisnis Anda?
Banyak yang berpikir IPO hanya pendanaan. Tentang perusahaan mendapatkan dana untuk ekspansi, bahkan untuk orang-orang tertentu IPO ini menjadi media untuk exit atau sebagai exit strategy.
Tapi bagi saya, IPO atag go public merupakan kesempatan saya, merupakan jalur untuk melakukan akselerasi sehingga perusahaan tumbuh lebih besar dan berkelanjutan.
Yang dulunya perusahaan ini benar-benar 100% dimodali oleh pribadi, keuntungan saya masukkan ke perusahaan untuk terus berputar, sekarang saya mendapatkan akses dana hingga Rp 109 miliar. Tentunya ini dalam jangka waktu yang panjang akan membuat perusahaan tumbuh menjadi kuat dan lebih besar.
Jadi, IPO ini bukan semata-mata tentang pendanaan. Awalnya memang mengejar ekspansi. Ternyata dalam proses IPO ini kami belajar good corporate governance (GCG). Perusahaan terus tumbuh ketika saya belajar me-manage perusahaan dengan baik.
Artinya Anda akan terus bersama Topindo?
Saya tidak akan meninggalkan perusahaan atau menjual saham saya sepeser pun, setidaknya hingga lima tahun ke depan. Kenapa? Karena kami sangat yakin bahwa IPO bukan tentang exit strategy, tetapi cara mengakselerasi perusahaan agar tumbuh semakin besar. IPO merupakan garis awal, bukan akhir.
Anda ingin mengatakan kepada para pengusaha lain bahwa IPO jangan dijadikan jalan pintas untuk mengggalang dana masyarakat?
Saya sangat harap bahwa teman-teman jangan berpikir proses IPO hanya tentang pendanaan semata. Ketika teman-teman mengikuti prosesnya maka teman-teman akan menikmati banyak benefit.
Apa saja manfaat yang Anda peroleh setelah Topindo menjadi perusahaan terbuka?
Misalnya perusahaan menjadi lebih rapi secara perpajakan, secara legal, itu akan membantu perusahaan untuk terus tumbuh. Nah, kemudian tentu kami dapat dana untuk ekspansi. Secara bertahap, kami akan menjadikan perusahaan lebih bagus. Jangan lupa, kami mendapatkan publikasi yang sangat besar.
Harapan Anda kepada para pengusaha lain di daerah?
Banyak yang tanya, kok bisa perusahaan daerah melakukan IPO? Justru ini merupakan tahap di mana mimpi bisa menjadi nyata. IPO Topindo menjadi inspirasi bagi para pengusaha di daerah bahwa perusahaan dari daerah pun bisa go public.
Aksi korporasi yang Anda lakukan setelah IPO?
Kami ingin mengembangkan secret shop untuk memperkuat logistik, bisa menggunakan mitra-mitra kami, bisa mereka yang memproduksi barang, bisa juga tempat menyimpan barang. Secara platform, kami sudah mempersiapkan secara bertahap apa yang akan kami lakukan.
Topindo ada di mana saja?
Kantor perwakilan kami ada 17, di Kalimantan. Bisa dibilang kami sudah menghubungkan seluruh titik di Kalimantan. Di Sulawesi, kami punya di Makassar dan Manado. Di Sumatera, kami punya di Bukittinggi. Di Bali, kami punya di Denpasar.
Baca Juga
Saham PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) Ditetapkan sebagai Efek Syariah
Berarti pemasaran Topindo tidak sepenuhnya menggunakan teknologi?
Banyak perusahaan teknologi merasa marketing harus menggunakan full teknologi. Padahal, ada kalanya kita harus menyesuaikan strategi berdasarkan produk.
Produk kami menyasar UMKM, ibu-ibu penjual warung. Mungkin mereka bisa melihat konten kami di TikTok dan semacamnya, lalu mereka tertarik untuk memakai Topindoku. Tapi trigger untuk mamakai belum tentu.
Kami mengombinasikan ads dan tenaga sales yang turun langsung ke lapangan. Kami benar-benar datang dan jika ada problem bisa jemput bola. Ini yang membedakan kami dengan yang lain.
Termasuk juga pelayanan. Banyak aplikasi yang menggunakan chatbot. Ketika user tidak terlalu paham, sebagus apa pun teknologi, tentu tidak akan bisa menjual.
Topindo menawarkan produk FMCG juga?
Awalnya kami memang lebih banyak menjual produk telco, tetapi setelah 2021-2022 telco hanya 50%, sisanya berbagai produk, termasuk fast moving consumer goods atau FMCG (produk konsumen yang sering dibeli dan dikonsumsi karena harganya terjangkau sehingga barang terjual secara cepat).
Alasan Anda masuk ke FMCG?
Salah satu alasan kenapa kami masuk ke FMCG atau berbagai produk lainnya adalah untuk meningkatkan net profit margin (NPM). Bisnis telco itu walaupun omzetnya besar, NPM-nya kecil, di bawah 1%.
Untuk meningkatkan fundamental Perusahaan, kami harus menjual produk yang untungnya lebih tinggi. Mitra-mitra kami kan warung. Maka opsi terbaiknya adalah menjual produk FMCG.
Alasan kedua, mitra-mitra di daerah umumnya mengambil stok ke grosiran kecil. Karena tidak memiliki modal yang besar, penjualan mereka kecil, mereka tidak bisa membeli barang ke distributor langsung dengan harga yang lebih murah.
Bagaimana bisa bersaing dengan minimarket kalau harga yang diambil di awal sudah tinggi? Kami bisa membantu menyuplai ke mereka, bahkan dengan minimum order Rp 300 ribu diantar sampai ke tempat.
Pada dasarnya, dengan Topindoku, apa pun produk digital yang ditawarkan oleh minimarket modern, bisa kami hadirkan. Kami tambah lagi dengan produk fisik sehingga mereka mendapatkan barang dagangan dengan harga murah. ***

