Pertumbuhan IHSG BEI Tertinggi Kedua di ASEAN, Bos OJK Juga Pamer Capaian Lain
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan tahun 2023 berakhir pada level 7.272,8 atau meningkat 6,17% dari penutupan perdagangan 2022. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pencapaian ini menjadi yang tertinggi kedua di ASEAN.
“Per 29 Desember 2023, ditutup pada posisi 7.272,8 atau tumbuh 6,16% dibandingkan tahun sebelumnya yang merupakan tingkat tertinggi kedua di ASEAN setelah Vietnam,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI di Main Hall Bursa, Selasa (2/1/2024).
Pada kesempatan yang sama, Mahendra mengungkapkan bahwa nilai kapitalisasi pasar di BEI mencapai Rp 11.674 triliun, tumbuh 22,9% (yoy). Sedangkan indeks acuan obligasi Indonesia (Indonesia Composite Bond Index/ICBI) tumbuh 8,63% ke level 374,61.
Baca Juga
Menkeu: Rancangan Peraturan Kenaikan Gaji ASN 2024 Sedang Diproses
Di sisi lain, indeks saham syariah ditutup pada level 212,64, terkoreksi 2,33% (yoy) namun di saat bersamaan, kapitalisasi pasarnya meningkat 28,4% menjadi Rp 6.140 triliun.
“Peningkatan dana di pasar modal melalui penawaran umum terus meningkat sampai 29 Desember 2023. OJK telah mengeluarkan 222 penawaran umum, terdiri dari 77 penawaran umum saham, 25 penawaran umum terbatas, 120 penawaran EBUS, dengan total nilai hasil penawaran umum seluruhnya Rp 255,21,” sambung Mahendra.
Jumlah tersebut, melampaui target 2023 yang dipatok pada level Rp 200 triliun. Dari 222 penawaran itu, 80 di antaranya merupakan emiten baru.
“Selain itu, SCF (securities crowdfunding) juga bertambah telah dimanfaatkan 494 pelaku UKM (usaha kecil dan menengah), dengan dana dihimpun mencapai Rp 1,04 triliun dari 168.000 pemodal melalui 16 platform penyelenggara,” pungkasnya. (CR-10)
Baca Juga
Wapres RI Ma’ruf Amin: Pasar Modal Indonesia Mampu Berkinerja Lebih Cerah di 2024

