Bos OJK Pamer Capaian Pasar Modal Indonesia Sepanjang 2023
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengungkapkan, kinerja pasar modal Indonesia mencatatkan sejumlah capaian besar sepanjang 2023.
Pada penutupan perdagangan 2023, IHSG ditutup pada posisi 7.272,80 atau tumbuh sebesar 6,16% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 6.850,62. Angka tersebut merupakan yang tertinggi kedua di ASEAN setelah Vietnam.
Selain itu, nilai kapitalisasi pasar tercatat Rp 11.674 triliun atau tumbuh 22,9% dibandingkan tahun sebelumnya sekitar Rp 9.499 triliun. Adapun, indeks acuan obligasi Indonesia atau Indonesia Composite Bond Index (ICBI) tumbuh 8,63% menjadi 374,61 dari 344,78 pada tahun lalu.
Baca Juga
Kemudian, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup 212,64 atau terkoreksi 2,33% dibandingkan tahun lalu sejumlah 217,73. Namun, kapitalisasi pasarnya tercatat Rp 6.146 triliun atau meningkat sebesar 28,41%
Lebih lanjut, Mahendra Siregar menyampaikan, peningkatan dana di pasar modal melalui penawaran umum juga mengalami peningkatan.
“Sampai dengan 29 Desember 2023, OJK telah mengeluarkan sebanyak 222 penawaran umum, yang antara lain terdiri dari 77 penawaran umum perdana saham, 25 penawaran umum terbatas, 150 efek bersifat utang dan atau sukuk,” ujar Mahendra Siregar dalam acara Persmian Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024).
Baca Juga
Dengan total nilai penawaran umum seluruhnya Rp 225,21 triliun. Angka ini jauh di atas target yang ditetapkan pada 2023 lalu, yaitu sebesar Rp 200 triliun. Terakhir, Mahendra Siregar membeberkan, jumlah investor di pasar modal Indonesia hingga saat ini telah mencapai 12,16 juta atau meningkat hampir lima kali lipat dalam empat tahun terakhir.
“Mayoritasnya didominasi oleh investor berusia di bawah 40 tahun, yang jumlah kepemilikannya hampir mencapai 80%. Sedangkan, untuk usia 30 tahun berjumlah 55,65% dari total SID,” tegasnya.

