Perusahaan Sekuritas Ini Ganti Nama CGS International Sekuritas Indonesia dan Logo
JAKARTA, investortrust.id - PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia kini berganti nama menjadi PT CGS International Sekuritas Indonesia. Pergantian nama perusahaan itu diumumkan bersamaan dengan hari pencatatan resmi 6 produk Waran Terstruktur CGS International di di Bursa Efek Indonesia.
“Kami telah resmi mencatatkan di Bursa Efek Indonesia 6 produk Waran Terstruktur CGS International. Waran ini yaitu BBCAYUCX4A, BMRIYUCX4A, MDKAYUCX4A, TLKMYUCX4A, UNVRYUCX4A dan GOTOYUCX4A,” kata President Director CGS International Sekuritas Indonesia Lim Kim Siah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga
CGS-CIMB Sekuritas Catatkan 6 Waran Terstruktur, Ada BBCA, BMRI, MDKA, UNVR, TLKM hingga GOTO
CIMB merupakan konglomerasi keuangan besar asal Malaysia yang beroperasi di banyak negara di ASEAN. Pasar Indonesia tercatat sebagai penyumbang terbesar keuntungan usahanya.
Disetujui OJK
CGS International Sekuritas Indonesia meluncurkan instrumen investasi baru, yaitu waran terstruktur, yang diklaim dapat dijangkau semua lapisan masyarakat. Peluncuran ini jadi langkah awal CGS International Sekuritas Indonesia untuk mengejar target penerbitan hingga 100 waran terstruktur pada 2024.
CGS mencatatkan 6 produk waran terstruktur sebagai alternatif investasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (05/02/2024). "CGS International Sekuritas Indonesia terus berkomitmen memperluas akses pasar modal bagi seluruh kalangan di Tanah Air. Selain itu, meningkatkan kolaborasi dengan pelaku pasar modal lain untuk mempercepat usaha mendemokratisasi investasi,” ujar President Director CGS International Sekuritas Indonesia Lim Kim Siah, di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (05/02/2024).
CGS menerbitkan 6 produk waran terstruktur di seri pertama dengan underlying saham 6 perusahaan konstituen IDX30. Saham-saham ini memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta memiliki rata-rata volume dan nilai transaksi tertinggi. Waran terstruktur itu meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kode BBCAYUCX4A, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) BMRIYUCX4A, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) MDKAYUCX4A, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) UNVRYUCX4A. Waran terstruktur selanjutnya adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) TLKMYUCX4A dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) GOTOYUCX4A.
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,04% Kuartal IV-2023, Lebih Tinggi dari Kuartal IV-2022
Penerbitan waran tersebut menyusul persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada CGS, sebagai penerbit dan liquidity provider.
Pendapatan Masyarakat Naik
Lim Kim Siah mengatakan, dengan meningkatnya pendapatan masyarakat dan jumlah investor di pasar modal, Indonesia memiliki kebutuhan investasi yang lebih kompleks. Waran Terstruktur CGS diklaimnya unggul, karena investor dapat mulai berinvestasi dengan modal yang lebih rendah.
“Harga penerbitan waran terstruktur lebih murah dengan underlying sama. Harga pelaksanaan lebih kompetitif dengan jatuh tempo lebih lama, dan kami perusahaan sekuritas peringkat 5 teratas dengan MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan) yang kuat,” sambung Lim.
Keenam produk waran terstruktur dari enam emiten tersebut akan jatuh tempo pada 5 November 2024 atau sembilan bulan. Sebelumnya, waran terstruktur ini telah memasuki masa penawaran pada 24-30 Januari 2024, penjatahan pada 31 Januari- 1 Februari 2024, distribusi dan pengembalian sisa dana pada 2 Februari 2024, kemudian pencatatan perdana di waran terstruktur BEI pada 5 Februari 2024.
Sejalan dengan penerbitan tersebut, CGS berkolaborasi mengadakan rangkaian seminar dan edukasi. Ia kolaborasi dengan BEI untuk literasi waran terstruktur.
Lim berharap keberadaan produk investasi yang sejalan dengan bertambahnya jenis instrumen investasi di pasar modal ini dapat meramaikan transaksi pelaku pasar. “Penerbitan waran terstruktur, sebagai alternatif investasi di pasar modal Indonesia, menunjukkan komitmen kami dalam melayani investor saham, terutama bagi mereka yang memiliki profil risiko investasi agresif,” sambung dia.
Dalam penerbitan waran terstruktur itu, CGS menggandeng tiga sekuritas lain. Mereka adalah Trimegah Sekuritas, MNC Sekuritas, dan KB Valbury Sekuritas sebagai agen penjual di pasar perdana.

