IHSG Gapai Level Tertinggi 2023, Didorong Penguatan 4 Saham Bank Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 57,97 poin (0,80%) ke level 7.303,89 pada perdagangan Kamis, (28/12/2023).
Sepanjang hari ini, IHSG bergerak dalam rentang level 7.246,32 – 7.308,20, dan pada akhir sesi berhasil menembus level psikologis 7.300, sekaligus mengukir rekor tertinggi tahun 2023.
Perdagangan saham berlangsung semarak dengan volume sebanyak 12,04 miliar lembar saham yang ditransaksikan, dan nilai transaksi harian sebesar Rp 7,28 triliun.
Penguatan IHSG ditopong oleh saham-saham bank papan atas yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menguat 1,78% ke level 5.725. Posisi ini membuat BBRI berhasil menggapai level tertinggi baru atau all time high.
Baca Juga
Dorong Peningkatan Jumlah Investor Pasar Modal, Ini Upaya KSEI
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBRI sempat menyentuh level Rp 5.750 secara intraday pada perdagangan Sesi II, Kamis (28/12/2023). Level intraday tertinggi tadi pernah dicapai saham bank yang dipimpin oleh Sunarso tersebut pada tanggal 1 Agustus 2023.
Penguatan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 2,08% ke level 6.124 juga menjadi penyokong kenaikan IHSG hari ini, begitu pula saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang naik 1,42% ke level 5.350. Sedangkan bank jumbo lainnya yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat naik 0,27% ke level Rp 9.400.
Secara sektoral hampir semua indeks sektoral menguat, dipimpin sektor properti dan real estate yang menguat 2,38%, disusul sektor Sektor consumer non-cyclical tercatat naik 1,28%. Sementara sektor financials menguat 1,16%.
Adapun sektor indeks sektor energy tercatat naik sebesar 0,32%, basic materials 0,15%, dan sektor industrials naik 0,51%.
Baca Juga
Jaya Sukses (RISE) Akuisisi 45% Saham Anak Usaha Sampoerna (HMSP)
Sedangkan pelemahan terjadi pada sektor transportation dan logistic yang turun -0,74%, disusul sektor healthcare turun -0,35%.
Indeks sektoral yang stagnan tercatat pada technology dan sektor infrastructure.
Seiring penguatan IHSG, tiga saham emiten yang dikendalikan oleh konglomerat Dato’ Sri Tahir menguat hingga membentur auto rejection atas (ARA). Ketiga saham tersebut terdiri dari PT Bank Mayapada Tbk (MAYA) yang menguat 24,38% ke level Rp 500.
Kemudian saham PT Sejahtera Anugerahjaya Tbk (SRAJ) yang merupakan pengelola rumah sakit Mayapada dengan kenaikan 25% ke level Rp 330, dan saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) yang menguat 24,62% ke level Rp 2.480.
Selanjutnya, saham PT SAP Express tbk (SAPX) juga menembus ARA, menguat 24,57% ke level 1.090, kemudian saham PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) tercatat melesat 17,65% ke level Rp 1.300.
Sedangkan pada jajaran saham yang mengalami penurunan tajam atau top losser tampak pada saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) anjlok -25% atau kembali menembus ARB, lalu saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) anjlok 9,72%.
Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) turun 5,81%, saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) -7,99% dan saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) turun -3,10%.
Tim Riset PT Panin Sekuritas menyebut, penguatan IHSG ditopang oleh optismisme pelaku pasar terhadap langkah The Fed yang diperkirakan memangkas suku bunga acuan pada tahun 2024.
“Investor masih optimistis terkait dengan kebijakan moneter The Fed yang cenderung akan dovish di tahun depan,” ulas Tim Riset PT Panin Sekuritas, Kamis (28/12/2023).
Selain itu fenomena santa claus rally serta window dressing disebut-sebut membawa angin segar bagi perdagangan saham akhir tahun 2023.
Sementara dari nilai tukar rupiah yang kemarin ditutup menguat dikatakan Tim Riset Panin Sekuritas menambah katalis positif pada bursa saham.

