IHSG Gapai Level Psikologis 7.000, Menguat 0,46% Sepekan Terakhir
JAKARTA, investortrust.id – Aktivitas perdagangan pasar saham berlangsung semarak sepanjang pekan ini, 20-24 November 2023. Optimisme pelaku pasar mulai muncul seiring adanya indikasi penurunan inflasi di Amerika Serikat.
Sepanjang Oktober 2023, Inflasi AS turun ke level 3,2% dari 3,7% bulan sebelumnya. Walau diyakini gagal mencapai target 2% di akhir tahun 2023, tanda penurunan inflasi diharapkan jadi pertimbangan The Fed untuk tidak melanjutkan penaikan suku bunga pada Desember 2023.
Sementara di dalam negeri, Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI7DDR di level 6% turut menyokong optimisme pelaku pasar saham.
Baca Juga
2023 Berjalan, BEI Catat Emisi Obligasi dan Sukuk Rp 113,29 Triliun
Aneka sentimen positif tadi membuat semua indikator perdagangan pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan sepekan terakhir.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini berhasil kembali di level psikologis 7.000, tepatnya ditutup pada level 7.009,631 atau mengalami kenaikan sebesar 0,46% dari level 6.977,668 pada penutupan pekan yang lalu.
P.H. Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmadi mengatakan, penguatan IHSG turut mendoring nilai kapitalisasi pasar saham pekan ini sebesar 0,17% menjadi Rp 11,05 triliun dari Rp 11,04 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca Juga
Emiten Raup Rp 93,54 Triliun dari IPO dan Rights Issue sampai 24 November 2023
“Peningkatan tertinggi data perdagangan pekan ini terjadi pada rata-rata volume transaksi harian saham, yaitu sebesar 29,18% menjadi 21,88 miliar lembar saham dari 16,94 miliar lembar saham pada pekan yang lalu,” papar Kautsar melalui keterangan yang dikutip, Sabtu (25/11/2023).
Sementara rata-rata nilai transaksi harian saham pekan ini turut mengalami peningkatan sebesar 10,89% menjadi Rp 9,57 triliun dari Rp 8,63 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian saham juga meningkat sebesar 4,35% menjadi 1.123.494 kali transaksi dari 1.076.690 pada pekan yang lalu.
Adapun investor asing, pada penutupan perdagangan Jumat kemarin (24/11/2023), mencatatkan nilai jual bersih saham sebesar Rp 943,48 miliar, dan sepanjang tahun 2023 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih saham sebesar Rp 14,24 triliun.

