IKN Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Ekonomi, Saham-saham Berikut Terdampak Positif
JAKARTA, Investortrust.id – Pengembangan Ibu Kota Baru (IKN) diproyeksikan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Langkah pemindahan ibu kota ini juga berhasil menyedot perhatian dunia usaha global dan domestic untuk ikut andil bagian.
Berdasarkan data sebanyak 260 perusahaan disebut telah menyatakan minat berinvestasi di IKN yang datang dari luar dan dalam negeri. Sedangkan beberapa grup besar domestik yang sudah mulai berinvestasi ada Agung Sedayu Grup, Salim Grup, Pakuwon Grup, Ciputra Grup, Astra Grup, Adaro Grup, Rumah Sakit Hermina, dan beberapa perusahaan lainnya.
Baca Juga
Rp 20 Triliun Proyek Perdana Swasta di IKN Groundbreaking, Ada Adaro, Astra, hingga Indofood
Terkait Pembangunan IKN akan direalsiasikan dalam lima tahapan dengan total kebutuhan dana berkisar Rp 466 triliun. Tahap pertama, ditargetkan progress pengembangan sudah mencapai 70% akhir tahun ini. Pemerintah juga telah menganggarkan dana senilai Rp 35 triliun untuk pengembangan IKN tahun 2024.
Sedangkan dari perusahaan swasta yang dipimpin konsorsium yang dipimpin Agung Sedayu Grup (ASG) disebut telah menyiapkan dana investasi Rp 20 triliun ke IKN.
Konsorsium tersebut terdiri atas sejumlah grup kakap di Indonesia, seperti Agung Sedayu Group (Sugianto Kusuma), Salim Group (Anthony Salim), Sinarmas Group (Franky Wijaya), Pulau Intan (Pui Sudarto), Grup Djarum (Budi Hartono), Wings Group (William Katuari), Adaro Group (TP Rahmat/Boy Thohir), Barito Pacific (Prajogo Pangestu), Mulia Group (Eka Tjandranegara), dan Grup Astra (Soeryadjaya).
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Resmi Genggam 20% Saham Nikel Industries Australia
Lalu, apa dampak pengembangan IKN terhadap emiten di pasar modal? Analis RHB Sekuritas Vanessa Karmajaya, Ryan Santoso, dan Andrey Wijaya mengatakan, emiten pertama yang paling terdampak positif adalah produsen semen. Pembangunan IKN tahun 2023-2024 diprediksi meningkatkan permintaan semen mencapai 1,1-1,2 juta ton atau setara dengan 2% dari konsumsi semen nasional.
Pembangunan IKN juga akan berdampak terhadap emiten BUMN, khususnya konstruksi, dengan alasan keamanan dan desain proyek kantor-kantor pemerintah lebih aman. Proyek ini juga akan berimbas positif terhadap emiten produsen energi terbarukan (renewable energy), karena IKN didesain sebagai kota ramah lingkungan.
Tak hanya itu, RHB Sekuritas menyebutkan, pembangunan IKN yang sarat dengan teknologi akan membawa dampak positif terhadap perusahaan telekomunikasi dan teknologi. Hal ini akan berimbas terhadap peningkatan pengembangan sarata teknologi di Kawasan tersebut.
Baca Juga
Sektor otomotif juga diprediksi akan kecipratan sentiment positif Pembangunan IKN. Menurut RHB Sekuritas, produsen otomotif yang fokus mengembangkan mobil listrik akan menjadi perusahaan yang paling diuntungkan.
“Kami memperkirakan emiten sektor konsumer, ayam, hingga Kesehatan akan ikut kecipratan dampak positif Pembangunan IKN,” terannya.
Tak hanya itu, Vanessa, Ryan, dan Andrey menyebutkan, pemindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke IKN yang berimbas terhadap massifnya Pembangunan infrastruktur akan membaya dampak lanjutan terhadap Pembangunan ekonomi Indonesia.
Berdasarkan data Bank Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidan Perekenomian bahwa IKN akan menjadi mesin pertumbuhan baru ekonomi Indonesia yang diharapkan berkontribusi senilai US$ 180 miliar terhadap GDP dan menambah tiga juta lapangan kerja. IKN juga akan menarik sebanyak 7 juta penduduk baru yang bakal berpindah ke IKN, Balikpapan, dan Samarinda.
Semua hal tersebut, terang RHB Sekuritas, akan berimbas berdampak bagi Masyarakat, seperti menciptakan kesejahteraan lebih baik dan daya beli bakal melesat ke depan. IKN juga akan menyeimbangkan Pembangunan di Indonesia dari konsentrasi pulau Jawa ke luar Jawa.
Berikut rekomendasi saham yang terdampak pembangunan IKN:

