Cek Sentimen yang Bisa Memengaruhi Gerak IHSG Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat pada perdagangan awal April besok, (1/4/2024).
Tim Riset PT Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG berpotensi menguji pivot di level 7.300, dengan target resistance level 7.350 dan titik support level 7.275, pada perdagangan Senin besok.
Sebelumnya, pada Kamis (28/3/2024), IHSG ditutup melemah ke level 7.288. Saat itu sektor transportasi dan logistik mengalami pelemahan paling signifikan sebesar 2.92%.
‘’Pembentukan doji candle serta indikator teknikal stochastic RSI yang berada dalam area oversold, menunjukkan adanya potensi untuk rebound pada perdagangan sepekan ini,’’ ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas dikutip, Minggu (31/3/2024).
Baca Juga
Tumbuh 12,31%, Sumber Global Energy (SGER) Raih Laba Rp 684,04 Miliar Tahun 2023
Seiring proyeksi penguatan IHSG, Tim Phintraco Sekuritas merekomendasikan 6 saham sebagai top picks pada Senin (1/4/2024) meliputi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Alfamart Tbk (AMRT), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Adapun sentimen pergerakan pasar saham terutama terkait ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat (AS), untuk bulan Maret 2024 yang diproyeksikan mengalami peningkatan menjadi 48,00 dari level sebelumnya yang berada di 47,80.
Meskipun terjadi peningkatan, kondisi ini masih menunjukkan bahwa sektor manufaktur di U.S. masih berada dalam zona kontraksi (<50), mengindikasikan bahwa pertumbuhan dalam sektor tersebut masih terbatas.
Dari sisi regional, pasar menantikan rilis data Caixin Manufacturing PMI China untuk bulan Maret, dengan proyeksi stabil berada dalam zona ekspansif (>50) atau pada level 50,90.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur di China masih berada dalam zona ekspansif, meskipun perekonomian China secara keseluruhan masih tertekan oleh proses pemulihan ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Baca Juga
Dari pasar domestik, Indonesia menantikan rilis data inflasi yang dijadwalkan rilis pada (1/4), dengan proyeksi peningkatan hingga mencapai 3,20% di Maret 2024.
Meskipun terjadi kenaikan, angka inflasi masih berada dalam rentang target BI di level 2,5% ±1%. Peningkatan ini dianggap sebagai hal yang normal mengingat momen lebaran sering kali menyebabkan tingkat konsumsi yang tinggi dan permintaan akan berbagai barang yang melonjak, sehingga menciptakan fenomena demand-pull inflation.
‘’Namun, tingkat inflasi yang tinggi menjadi suatu kekhawatiran karena dapat mengurangi tingkat konsumsi yang biasanya tinggi pada periode Lebaran,’’ ulas Tim Phintraco Sekuritas.

