Operasional Pabrik Cilegon Dihentikan, Manajemen Chandra Asri: Pabrik Lain Masih Beroperasi
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menghentikan (shutdown) operasional Pabrik Ethylene di Ciwandan, Anyer, Kota Cilegon sejak Sabtu (20/1/2024) karena mengeluarkan aroma kimia.
“Sebagai obyek vital nasional, untuk menjaga kelangsungan operasional pabrik secara keseluruhan dan mengingat peran penting Chandra Asri Group sebagai penopang kelangsungan industri lainnya, pabrik kami yang lain masih beroperasi,” tegas Sekretaris Perusahaan Chandra Asri Erri Dewi Riani dalam keterbukaan informasi, Selasa (23/1/2024).
Penghentian tersebut juga, sambung Erri, dilakukan sebagai wujud kepatuhan dan ketaatan perusahaan terhadap seluruh proses serta arahan dari pihak yang berwenang. Dia memastikan, aktivitas shutdown berlangsung sesuai SOP dan prosedur yang berlaku dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan karyawan serta masyarakat sekitar.
Baca Juga
Dituduh Timbulkan Limbah Polusi, Ini Jawaban Chandra Asri (TPIA)
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan Chandra Asri sebagai perusahaan terbuka. Direksi bursa menanyakan, apakah ada informasi dan kejadian penting lainnya yang material dan dapat memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan, serta memengaruhi harga saham TPIA.
Manajemen Chandra Asri pun menjawab, sebagai mitra pertumbuhan, pihaknya selalu mengikuti dan menaati peraturan serta SOP yang berlaku. “Kami juga secara aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lokal dan nasional mengenai kejadian ini untuk meminimalisir dampaknya,” tutur Erri.
Anak perusahaan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini memiliki beberapa pabrik yang beroperasi di wilayah Cilegon dan Pulo Ampel. Setelah Pabrik Ethylene ditutup sementara, sesuai persyaratan otoritas setempat, perusahaan tetap menjalankan operasional di pabrik lain agar tetap dapat melayani masyarakat Indonesia.
Mengutip laporan keuangan perusahaan, emiten petrokimia ini memiliki kapasitas produksi Ethylene sebanyak 900 kiloton per annum (KTA) di pabrik utama. Fasilitas dan infrastruktur Chandra Asri berada di Cilegon dan Serang, Provinsi Banten, Jawa Barat.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Langsung Tangani Dampak Kebocoran Aroma Kimia
Chandra Asri mengoperasikan satu-satunya naphtha cracker di Indonesia, dan juga produsen domestik tunggal ethylene, styrene monomer, butadiene, dan MTBE/B1 di Indonesia.
Ethylene digunakan sebagai bahan baku untuk pabrik polyethylene dan styrene monomer perseroan, sesuai kapasitasnya. Sedangkan sisa produksiethylene dijual ke merchant sales.
Sejak pabrik polyethylene baru berkapasitas 400 KTA beroperasi pada kuartal IV-2019, sebagian besar ethylene dikonsumsi sendiri oleh perusahaan sebagai bahan baku untuk pabrik polyethylene.
Produk akhir dari polyethylene, antara lain plastik film, wadah penyimpanan, botol, dan kantong plastik.

