IHSG Sesi I Melesat 43 Poin, Saham Farmasi Paling Moncer
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (20/12/2023), ditutup melesat 43,46 poin (0,61%) menuju level tertinggi baru tahun ini mencapai 7.231,49.
Kenaikan indeks tersebut didukung penguatan seluruh sektor saham, seperti saham sektor material dasar naik 2,83%, sektor infrastruktur 1,23%, sektor transportasi 0,90%, sektor kesehatan 0,53%, sektor energi 0,51%, dan sektor industry 0,52%.
Baca Juga
Anak Usaha DOID, BUMA Cetak Rekor Pendapatan di US$1,363 Miliar
Di tengah penguatan indek, kelima saham ini torehkan lompatan harga, yaitu saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) naik Rp 94 (23,86%) menjadi Rp 488, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) naik Rp 405 (20,61%) menjadi Rp 2.370, PT Phapros Tbk (PEHA) naik Rp 160 (19,49%) menjadi Rp 985, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik Rp 305 (19,30%) menjadi Rp 1.885, dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menguat Rp 160 (18,71%) menjadi Rp 1.015.
Sebaliknya penurunan melanda saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP), PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA), dan PT Asiaplast Industries Tbk (APLI).
Baca Juga
Midi Utama (MIDI): Siapkan Capex Rp 1,4 Triliun dan Bidik Kenaikan Penjualan 11% di 2024
IHSG kemarin ditutup naik sebanyak 68,33 poin (0,96%) menjadi 7.187,85. IHSG bergerak dalam rentang 7.112,82-7.187,85 dengan nilai transaksi Rp 8,35 triliun. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 194,64 miliar
Lompatan juga melanda bursa saham Wall Street dengan kenaikan tertinggi melanda indeks Dow Jones sebanyak 0,68%, indeks Nasdaq menguat 0,66%, dan indeks S&P500 melesat sebanyak 0,59%.

