Investor Produk Keuangan Tembus 15,86 Juta SID, Termasuk 4,13 Juta Investor Tapera
JAKARTA, investortrust.id – Total investor produk keuangan di Indonesia terus bertambah, menembus 15,86 juta SID atau naik 12,62% year to date (ytd). Dari jumlah itu, sebanyak 4,13 juta SID merupakan peserta program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
“Total SID yang sudah di-produced itu sekitar 15,86 juta. Dari angka ini, investor pasar modal sebanyak 11,73 juta (tumbuh 13,76% ytd),” kata Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat dalam acara Editor in Chief Gathering 2023 yang digelar BEI di Jakarta, Rabu (04/10/2023) malam.
Samsul menjelaskan, nilai aset yang tercatat di C-BEST -- yang sudah scripless -- sekitar Rp 7.128 triliun (naik 6,11% ytd). Aset tersebut di luar aset yang tidak dicatatkan. Untuk frekuensi pemindahbukuan efek tercatat sekitar 3,88 juta, menurun 48,85% dibandingkan tahun yang lalu (year on year).
“Nilai pemindahbukuan efek tercatat sekitar Rp 4.201,49 triliun (turun 0,20% ytd). Sedangkan frekuensi distribusi tindakan korporasi, yang juga kami urusi kegiatan korporasi misalnya pembagian dividen, corporate action, dan stock split, sekitar 5.940 kali,” ucapnya.
Baca Juga
Untuk nilai subscription and redemption reksa dana tercatat sekitar Rp 664,38 triliun. Frekuensi subscription and redemption reksa dana sekitar 19,50 juta kali.
“Kemudian, AUM reksa dana sekitar Rp 769 triliun. Itu angka-angka yang tercatat saat ini di sistem KSEI,” imbuhnya.
Video oleh Primus Dorimulu
Investor Terkonsentrasi di Jawa
Samsul juga menjelaskan mengenai sebaran investor. Sampai saat ini, investor masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sebanyak 68% berdasarkan data per September 2023. Berikutnya di Sumatra 16%, Kalimantan 5%, Sulawesi 4%, Bali, NTB, dan NTT sekitar 3,54%, serta Maluku dan Papua sekitar 1,13%.
Baca Juga
“Semua kepulauan di Indonesia, sudah tumbuh jumlah investornya. Ini juga berkat kerja keras dan kerja sama yang sangat erat SRO maupun OJK, dan angka itu terus bertambah. Mudah-mudahan dari hari ke hari perkembangannya jadi lebih proporsional ke depan, terutama nanti ketika IKN sudah ada di Kalimantan,” paparnya. (Primus Dorimulu)

