Saham BBCA Ikut Rekor Baru Saat IHSG Cetak All Time High
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup menguat menuju level tertinggi baru sepanjang masa pada transaksi hari perdana 2024 atau Selasa (2/1/2023). Penguatan tersebut bersamaan dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)ke rekor tertinggi baru sepanjang masa.
Berdasarkan data, saham BBCA ditutup menguat Rp 25 (0,27%) menjadi Rp 9.425. Sedangkan level tertinggi terakhir BBCA berada di harga Rp 9.400 yang dibukukan sejak 9 Agustus 2023.
Baca Juga
Transaksi Hari Pertama 2024, IHSG Langsung Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Rekor baru tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham BBCA melesat menjadi Rp 1.161,86 triliun atau bertahan di peringkat pertama untuk saham market cap terbesar di BEI. Sedangkan saham dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua dicatatkan PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) senilai Rp 1.016,77 triliun.
Penguatan saham BBCA tersebut sejalan dengan lompatan IHSG sebanyak 50,79 poin (0,70%) ke level tertinggi baru sepanjang masa 7.323,59 pada perdagangan hari ini. Sedangkan level penutupan tertinggi IHSG sebelumnya berada di level 7.318,02 pada 13 September 2022.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam riset haria menyebutkan bahwa realisasi kinerja keuangan BBCA hingga November 2023 telah sesuai dengan estimasi. Realisasi laba bersih tersebut setara dengan 93% dari target.
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 10.200. Target tersebut merefleksikan performa keuangan perseroan berjalan sesuai dengan ekspektasi hingga November 2023.
Baca Juga
Ekspor Indonesia Diprediksi Masih akan Melemah di 2024, Ini Penyebabnya
Di antaranya, laba bersih bank only melesat dari Rp 36,45 triliun menjadi Rp 44,15 triliun. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan kredit perseroan mencapai 11%, PPOP menguat 15% menjadi Rp 56,42 triliun, NIM naik menjadi 5,9%, dan cost of fund (CoF) meningkat sebanyak 32 bps dari 0,8% menjadi 1,1%.
Terkait kinerja keuangan, Mandiri Sekuritas menargetkan, laba bersih perseroan bertumbuh menjadi Rp 47,35 triliun tahun ini atau mencapai Rp 48,94 triliun berdasarkan consensus analis. Sedangkan pendapatan bunga diperkirakan melesat menjadi Rp 85,59 triliun.

