BCA (BBCA) Rilis Kinerja dengan Lompatan Laba, Bagaimana Prospek Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id– Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menjadi saham pilihan teratas untuk sektor bank papan atas, apalagi setelah rilis laporan kinerja keuangan dengan pertumbuhan kredit dan laba yang kuat pada kuartal I-2024.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.300. Saham BBCA tetap menjadi pilihan tertas untuk saham emiten sektor perbankan.
Baca Juga
Moncer! Laba BCA Kuartal I Tumbuh 11,7% Nyaris Rp 13 Triliun
Rekomendasi dan target harga tersebut juga didukung atas keberhasilan perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebanyak 12% menjadi Rp 12,9 triliun hingga Maret 2024. Laba tersebut merefleksikan pertumbuhan kredit yang kuat, penurunan biaya provisi, dan NIM yang stabil.
“Perseroan berhasil mempertahankan NIM tetap stabil mencapai 6,3% pada kuartal I-2024 didukung keberhasilan manajemen mengelola pendapatan bunga dan biaya,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Selain menunjukkan NIM yang stabil, perseroan berhasil mencetak pertumbuhan kredit sebanyak 17% pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Lompatan kredit didukung peningkatan permintaan kredit dari segmen korporasi dengan pertumbuhan 22%, sedangkan pertumbuhan kredit komersial hanya 9% atau paling rendah.
Baca Juga
Soal Wacana Penaikan BI-Rate, Bos BCA: Suku Bunga Kredit Tidak Perlu Ikut Naik
Rilia kinerja keuangan kuartal I-2024, terang BRI Danareksa Sekuritas, juga menggambarkan keberhasilan perseroan menjaga kualitas aset tetap baik dengan rasio NPL mencapai 1,9%, rasio LAR membaik menjadi 6,3%. Begitu juga dengan biaya kredit terkelola dengan baik mencapai 0,5%, walaupun meningkat dari perkiraan 30-40 bps.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA. Rekomendasi tersebut mempertimbangkan ekspektasi kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 52,98 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 48,63 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan BBCA

