Laba Entitas Induk PTPP Terbang 77,17%, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membukukan lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 77,17% dari Rp 271,69 miliar menjadi Rp 481,36 miliar pada 2023.
Lompatan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitask induk tersebut menjadikan laba per saham dasar PTPP meningkat dari Rp 44 menjadi Rp 78 per saham.
Baca Juga
Bertumbuh, PTPP Bukukan Kontrak Baru Rp 31,67 Triliun di 2023
Manajemen PTPP dalam rilis laporan kinerja keuangan tahun 2023 disebutkan bahwa kenaikan laba sejalan dengan peningkatan pendapatan dari Rp 18,92 triliun menjadi Rp 19,99 triliun tahun 2023. Namun beban pokok pendapatan naik lebih tinggi dari Rp 16,24 triliun menjadi Rp 17,61 triliun, sehingga laba ktoro turun dari Rp 2,67 triliun menjadi Rp 2,38 triliun.
Perseroan kemudian mencatatkan penurunan laba sebelum pajak dari Rp 380,21 miliar menjadi Rp 149,20 miliar. Penurunan ini dipicu atas kenaikan beban usaha, dari Rp 698,92 miliar menjadi Rp 741,58 miliar, kenaikan beban lainya dari Rp 246,83 miliar menjadi Rp 728,04 miliar. Sedangkan beba keuangan turun dari Rp 1,25 triliun menjadi Rp 1,20 triliun.
Kenaikan laba bersih juga didukung peningkatan penghasilan komrehensif lain tahun berjalan dari Rp 32,30 miliar menjadi Rp 85,15 miliar.
Hingga Januari 2024, PTPP berhasil mencatatkan kontrak baru senilai Rp 3,5 triliun. Angka tersebut setara dengan peningkatan sebanyak 99,9%, dibandingkan bulan sama tahun lalu.
Baca Juga
Rancang Lepas Saham Treasury, Saham PTPP Langsung Ditutup Anjlok
Sekretaris Perusahaan PTPPBakhtiyar Efendi mengatakan, perolehan kontrak baru ini didominasi kontrak baru dengan sumber dana pemerintah sebesar 90,50%, BUMN sebesar 7,76%, dan swasta sebesar 1,74%. “Sektor jalan & jembatan menyumbang sebanyak 62,03% terhadap total kontrak baru hingga akhir Januari 2024 tersebut,” terangnya.
Sedangkan total kontrak baru PTPP sepanjang 2023 mencapai Rp 31,67 tirliun. Angka tersebut naik tipis sebanyak 1,54% dari realisasi tahun 2022 sebanyak Rp 31,19 triliun.

