Tak Bisa Dibendung, BBRI Kembali Cetak All Time High 5.675
JAKARTA, investortrust.id - Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu pulih ke level 7.000, namun tak membendung pergerakan harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang tak lelah mencetak rekor-rekor tertinggi baru. Setelah pada Kamis minggu lalu (17/07/2023) menembus level baru Rp 5.625 per saham, hari ini kembali terbang mencetak rekor tertinggi di level Rp 5.675.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, harga saham BBRI melonjak 1,34% pada perdagangan hingga Selasa siang (25/07/2023) ini, menembus all time high Rp 5.675.
Penguatan harga saham bank BUMN dan bank terbesar di Tanah Air ini didukung optimisme kinerja ekonomi Indonesia yang masih solid, seusai Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merilis data realisasi pendapatan dan belanja negara positif dalam menjaga pemulihan ekonomi dan melindungi masyarakat. Setidaknya, tercatat surplus APBN semester I-2023 menembus Rp 152,3 triliun, 0,71% dari produk domestik bruto (PDB).
“Pendapatan negara sebanyak Rp 1.407,9 triliun atau 57,2% dari target. Sedangkan belanja negara Rp 1.255,7 triliun atau 41,0% dari target,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jakarta, Senin (24/07/2023).
Kinerja positif ini juga ditunjukkan dengan keseimbangan primer mencapai Rp 368,2 triliun. Artinya, di tengah tantangan perekonomian global yang masih berat, APBN RI makin sehat, tak lagi ‘gali lubang tutup lubang’, tidak lagi menggunakan skema penarikan utang baru untuk membayar kewajiban bunga utang negara.
Menuju Market Cap Rp 1.000 T
Seiring dengan kenaikan harga saham, kapitalisasi pasar BBRI naik menjadi Rp 847,75 triliun. Market cap ini lebih tinggi dibanding Kamis lalu sekitar Rp 843,99 triliun.
Jika tren positif terus berlanjut, nilai kapitalisasi saham bank dengan aset terbesar di Indonesia yang dipimpin Sunarso ini berpeluang menggapai level psikologis Rp 1.000 triliun.
Head of Research Samuel Sekuritas Suria Darma mengatakan sebelumnya, untuk mencapai nilai kapitalisasi Rp 1.000 triliun, harga saham BBRI harus mencapai level Rp 6.600 per saham. Jika melihat tingkat likuiditas saat ini dan dukungan fundamental, level psikologis itu bisa segera tercapai. “Tinggal menunggu waktu saja, harusnya bisa tercapai,” ujarnya.

