Saham BMRI dan BBNI Melejit, Ini Faktor Pendorongnya
JAKARTA, Investortrust.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) merangsek ke posisi empat emiten berkapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) begitu harga sahamnya melesat naik sebesar 4,27% di harga Rp 7.325 per lembar pada perdagangan sesi I, Kamis (15/2/2024).
Kinerja saham yang mentereng juga dialami oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Pada perdagangan Sesi I Kamis (15/2/2024), saham BBNI melesat 4,68% ke level Rp6.150 atau tembus harga tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH).
Hingga penutupan sesi I BEI, saham BMRI berhasil melesat Rp 300 (4,27%) menjadi Rp 7.325. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 7.150-7.375. Saham ini bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini.
Disampaikan Hans Kwee, Direktur PT Anugerah Mega Investama, sejatinya pasar memandang positif pada ketiga pasangan calon presiden di Pilpres 2024. Hanya saja pasar lebih apresiatif jika pelaksanaan pilpres cukup satu kali digelar, alias satu putaran.
“Buat pasar, hal terpenting dalam pelaksanaan pilpres adalah berlangsungya pemilihan dengan jujur dan adil, dan tidak diikuti oleh demo-demo yang bersifat anarkis, seperti yang pernah terjadi pada tahun 2019,” ujar Hans.
Berdasarkan data historis, pasar juga selalu mengapresiasi hasil pemilu, yang terlihat dari kenaikan transaksi pasca pilpres. “Memang jika pilpres terjadi dalam dua putaran, pada putaran pertama pasar akan mengalami koreksi. Namun begitu putaran kedua terselenggara dengan baik, pasar akan mengapresiasi dengan kenaikan transaksi,” paparnya.
Setidaknya, dengan terselenggaranya pilpres dalam satu putaran, risiko di dalam negeri yang harus dihadapi para pelaku pasar sudah tereliminasi. Berikutnya investor akan kembali masuk ke pasar saham Indonesia, dan sasarannya adalah saham-saham Big Cap, termasuk perbankan. “Salah satunya yang menjadi sasaran mereka tentunya adalah BMRI dan BBNI. Ini terlihat dari pencapaian all time high kedua emiten tersebut.”
Sepakat dengan Hans, Deputy President Director Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma menyebut berlangsungnya pilpres dalam satu putaran lebih memberikan kepastian kepada pasar. “Sementara jika berlangsung selama dua putaran, pasar masih harus menunggu kepastian selama 4 bulan,” ujarnya kepada Investortrust.
Terbentuknya kepastian di pasar berikutnya terefleksi pada masuknya investor asing ke emiten-emiten perbankan berkapitalisasi besar, seperti BMRI dan BBNI.
“Investor asing biasanya pertama kali akan menyerbu saham big banks khususnya. Apalagi harga-harga sahamnya sudah lama tidak begitu bergerak, walaupun semuanya mencatatkan laba bersih tertinggi dalam sejarah,” kata Suria.

