Siapkan Capex Rp 250 Miliar, Prodia (PRDA) Pastikan Tak Ambil Pinjaman Bank
JAKARTA, investortrust.id – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menganggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 200-250 miliar pada 2024, hampir sama dengan tahun lalu senilai Rp 245 miliar.
Direktur Keuangan Prodia Liana Kuswandi menjelaskan bahwa kebutuhan belanja modal tersebut dapat dipenuhi oleh dana operasional perusahaan, tanpa pinjaman atau dana pihak ketiga.
“Dari operasional, nggak ada dari bank,” tegas Liana kepada Investortrust.id usai Paparan Publik Prodia 2024 di Kantor Pusat Prodia, Kamis (18/4).
Baca Juga
Lebih rinci, dia mengatakan, sekitar 30% dari capex Prodia akan dipakai membiayai bangunan, meliputi renovasi dan relokasi outlet maupun pembangunan outlet baru. Saat ini, perseroan memutuskan untuk tidak masif menambah outlet baru sehingga pembukaan cabang dibatasi sekitar 1-2 lokasi per tahun.
“Kami fokus ke digitalisasi karena ini salah satu cara meningkatkan akses ke masyarakat,” jelas Direktur Bisnis dan Pemasaran Prodia Indriyanti Rafi Sukmawati pada kesempatan yang sama.
Dalam melakukan ekspansi laboratorium maupun klinik, Prodia mengincar lokasi di kota kecil dengan jumlah calon pelanggan yang besar. Hal ini meliputi wilayah terpencil dengan pelanggan perusahaan dengan banyak karyawan.
Baca Juga
Prodia (PRDA) Pertahankan Rasio Dividen 60%, Nilai per Saham Jadi Segini
“On site medical check up sulit kalau karyawan harus diterbangkan ke cabang terdekat. Pembukaan cabang akan kami mulai dari point of care yang kami miliki,” sambung Indriyanti.
Manajemen mengaku, anggaran membuka outlet baru tidak akan terlalu besar, sehingga sisa dari 30% capex bangunan dapat dialokasikan untuk renovasi atau relokasi cabang. Sebagai informasi, saat ini Prodia sudah memiliki 295 outlet di 34 provinsi atau seluruh Indonesia.
“Jadi kalau cabangnya sudah ada, pindah tempat otomatis gedungnya kan kami renovasi,” jelas Indriyanti.
Selanjutnya capex Prodia tahun ini, mayoritas atau sebesar 55% diperuntukan pengembangan website, serta informasi teknologi (IT). Sisanya, sekitar 15% capex dianggarkan untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas alat laboratorium atau belanja aset.
Baca Juga
95% Bahan Baku Obat Impor, Indonesia Gandeng India Kerja Sama Produksi
Mengutip laporan keuangan Prodia 2023, perseroan tidak memiliki utang bank jangka pendek, dari sebelumnya Rp 1,71 miliar pada 2022. Sedangkan liabilitas jangka panjang lainnya dari pihak ketiga masih Rp 646 juta, seperti tahun sebelumnya.
Keseluruhan, tanggung jawab keuangan (liabilitas) Prodia per 31 Desember 2023 ada Rp 347,44 miliar, berkurang dari Rp 358,44 tahun sebelumnya. Sedangkan ekuitas perusahaan pada periode yang sama terdapat Rp 2,7 triliun.
Kas dan setara kas Prodia juga masih masih terdapat Rp 542,96 miliar 2023, meski berkurang dari Rp 698,4 miliar kas 2022.

