IHSG Melesat Sesi I Jelang Libur Panjang Lebaran, Ada Saham Prajogo Ikut Terbang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I pada perdagangan hari terakhir jelang libur panjang Lebaran, Jumat (5/4/2024), ditutup menguat 29,04 poin (0,40%) menjadi 7.283,44. Pergerakan indeks berada dalam rentang 7.239,27-7.296,41 dengann nilia transaksi Rp 3,75 triliun.
Penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor infrastruktur 1,49%, sektor energi 0,79%, sektor kesehatan 0,84%, dan sektor material dasar 0,11%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi 1,21%, sektor keuangan 0,55%, sektor properti 0,58%, dan sektor konsumer primer 0,20%.
Baca Juga
Saat Kinerja Chandra Asri (TPIA) Improve, Sekuritas Ini Utamakan Saham BRPT
Di tengah penguatan indeks, tiga saham berikut cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) kembali melesat Rp 27 (34,62%) menjadi Rp 105, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) naik Rp 44 (34,38%) menjadi Rp 172, dan PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) naik Rp 37 (34,26%) menjadi Rp 145.
Penguatan hingga ARA juga melanda saham PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) melesat Rp 255 (24,64%) menjadi Rp 1.290 dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) naik Rp 200 (23,95%) menjadi Rp 1.035. Lonjakan juga melanda saham besutan taipan Prajogo Pangestu ini , PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Rp 1.000 (17,02%) menjadi Rp 6.875.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY), PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH), PT Steady Safe Tbk (SAFE), dan PT Supreme Cable Manufacturing Tbk (SCCO).
Kemarin, IHSG ditutup melompat 87,56 poin (1,22%) menjadi 7.254,40. Meski demikian, pemodal asing masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 469,61 miliar.
Baca Juga
Sambut Hari Raya Idulfitri 1445 H, Bank Mandiri Berangkatkan 6.525 Pemudik
Net sell terbanyak masih melanda saham yang sama dalam tiga hari terakhir, yaitu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 350,75 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 184,79 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 158,59 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 109,66 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 103,55 miliar.
Bursa saham Wall Street semalam ditutup kembali melemah dengan penurunan paling pesat melanda Dow Jones sebanyak 1,35%. Penurunan juga melanda indeks Nasdaq mencapai 1,4% dan S&P500 melemah 1,23%.

