Pendapatan dan Laba Asosiasi Terpangkas, Medco (MEDC) Bukukan Keuntungan Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan penurunan laba perido berjalan yang dapat diatribuskan kepada pemilik entitas induk sebanyak 39,54% menjadi US$ 242,37 juta sampai September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 400,92 juta.
Medco melalui laporan keuangan yang diterbitkan Rabu (1/11/2023) menyebutkan bahwa penurunan tersebut dipengaruhi atas koreksi pendapatan perseroan dari US$ 1,74 miliar menjadi US$ 1,66 miliar. Penurunan juga dipicu kenaikan jumlah beban pokok pendapatan dan biaya langsung dari US$ 861,22 juta menjadi US$ 937,13 juta.
Baca Juga
Penurunan laba bersih perseroan juga dipicu atas laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama turun drastis dari US$ 162,03 juta menjadi US$ 1,25 juta. Adanya kerugian penyesuaian nilai wajar aset keuangan sebesar US$ 20,8 juta.
Sebelumnya, Trimegah Sekuritas merevisi naik target harga saham MEDC dari level Rp 1.700 menjadi Rp 1.900. Revisi naik mempertimbangkan pertumbuhan bisnis migas perseroan, pembangkit listrik, dan pembentukan perusahaan patungan.
“Kami telah memasukkan valuasi baru bisnis migas perseroan dan memperhitungkan kepemilikan saham MEDC di AMMN, maka target harga saham MEDC direvisi naik menjadi Rp 1.900 per saham,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Senin (30/10/2023).
Baca Juga
Sektor Manufaktur RI Masih Ekspansif di Tengah Gejolak Global
Revisi naik tersebut menggambarkan potensi pertumbuhan kinerja keuangan lebih pesat, dibandingkan perkiraan semula. Hal ini setelah perseroan menuntaskan akuisisi 20% aset migas berproduksi di Timur Tengah, peluang kenaikan harga jual gas blok Corridor ke PGN, potensi diperolehnya cadangan baru dari blok Corridor, dan peningkatan harga migas.
Trimegah Sekuritas memperkirakan laba inti MEDC mencapai US$ 293 juta tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 527 juta. Sedangkan pendapatan diprediksi turun dari US$ 2,31 miliar menjadi US$ 2,24 miliar.

