Citra Nusantara (CGAS) ‘Pede’ Bisa Raup Penjualan Rp 1 Triliun Usai IPO
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan distribusi gas alam cair, PT Citra Nusantara Gemilang (CGAS) optimistis dapat memacu kinerjanya pasca initial public offering (IPO) di pasar modal. Dana hasil IPO sebesar Rp 179,62 miliar akan digunakan untuk ekspansi mengejar pertumbuhan kinerja.
Sebagai catatan, CGAS dijadwalkan mencatatkan saham perdana (listing) di pasar saham Bursa Efek Indonesia, Senin (8/1/2024).
Direktur Utama CGAS, Andika Purwonugroho mengatakan, pihaknya memproyeksikan dapat meraup angka penjualan Rp 1 triliun selama 5 tahun ke depan atau meningkat hampir 4 kali lipat dibandingkan tahun 2023.
‘’Sementara untuk laba bersih pada periode yang sama naik hingga 10 kali lipat dibandingkan tahun 2022,’’ ujar Andika dikutip dari keterangan resmi, Minggu (7/1/2024).
Berdasarkan kalkulasi Pilarmas Investindo yang bertidak sebagai penjamin emisi IPO disebutkan, dengan menggunakan metodologi DCF, kata Andika, tercatat kisaran penilaian ekuitas Rp 687,02 miliar.
Baca Juga
Bersih-Bersih Kredit Macet, Analis Kerek Naik Target Saham BBTN
"Metode Discounted Cash Flow (DCF) menggunakan asumsi tingkat bunga bebas risiko sebesar 6,4 persen, beta sebesar 1,53, premi risiko negara 2,9%, biaya ekuitas 13,1%, biaya utang 8,3%, pertumbuhan terminal sebesar 3% dan WACC sebesar 10,85%,’’ ulas Andika.
Lebih lanjut dikatakan, keputusan melakukan IPO sebagai langkah Perseroan untuk peningkatan kapasitas pendanaan dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan dan menguatkan stabilitas keuangan.
Adapun sebesar 90% dari dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini ---setelah dikurangi biaya-biaya emisi--- akan digunakan sebagai dana belanja modal (capex) untuk membangun LNG station di Galian Field Tambun Zone 7 Regional 2, sedangkan sisanya akan dimanfaatkan untuk modal kerja.
Sementara itu, dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I juga akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan.
Andika memaparkan, pencatatan saham CGAS di BEI merupakan bagian dari strategi peningkatan kapasitas pendanaan, ekspansi usaha, tata kelola dan prinsip keterbukaan Perseroan secara lebih baik sebagai perusahaan publik, sehingga upaya ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi stakeholder Perseroan.
Bahkan, lanjut dia, pengembangan bisnis CGAS juga sejalan dengan program pemerintah terkait transisi energi yang memprioritaskan gas alam sebagai sumber energi dengan tingkat emisi yang lebih rendah dibanding bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga
Listing Besok, Saham Citra Nusantara Gemilang (CGAS) Oversubscribed 93,23 Kali
Ke depannya, jelas Andika, selain mengembangkan LNG dengan menggunakan dana hasil IPO, CGAS juga berencana melakukan ekspansi usaha ke beberapa daerah dengan membangun mother station baru yang lebih mendekati target pasar, yakni di Grobogan Purwodadi, Jawa Tengah dengan kapasitas plant 1,5 MMSCFD.
Kemudian mother station di Majalengka berkapasitas plant 1 MMSCFD, serta mother station di Manyar, Gresik, Jawa Timur berkapasitas plant 2 MMSCFD.
“Harapannya dengan pendistribusian lokasi usaha, maka Perseroan dapat menjangkau dan melayani lebih banyak konsumen dari berbagai segmen,” tegasnya.
Dia menyampaikan, sejauh ini CGAS menawarkan harga kompetitif yang bisa menciptakan penghematan biaya bagi pelanggan metering yang terkalibrasi, sehingga bisa memperoleh hasil pemakaian CNG secara terukur dan tepat.
Jaringan distribusi Perseroan maupun entitas anak juga sudah tersebar di Pulau Sumatera dan Jawa, maka saat ini CNG bisa lebih mudah diperoleh pelanggan. CGAS menerapkan aplikasi SCADA yang terintegrasi, sehingga pelanggan bisa memastikan pengiriman CNG sesuai jadwal.
"CNG merupakan gas yang sangat aman, karena kami selalu menggunakan standar tertinggi keamanan untuk distribusi gas ke pelanggan. Perseroan senantiasa melakukan preventif maintenance terhadap equipment, seperti PRS (Pressure Reduction System), CNG Tubeskid, GTM, metering dan peremajaan equipment yang terjaga dan terjadwal," ujar Andika.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, melalui strategi diversifikasi produk, CGAS meyakini dapat menjadi pilihan bagi pelanggan yang mencari alternatif gas sebagai sumber energi untuk keperluan industri, sehingga bisa terus bertumbuh secara berkesinambungan dan memberikan kontribusi yang semakin bermanfaat bagi masyarakat luas.

