Prospek Keuangan BTN (BBTN) Menguat, Ternyata Segini Target Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – Performa saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) diprediksi memamasuki masa rebound dengan potensi penguatan sepanjang 2024. Potensi penguatan tersebut didukung tren perbaikan NPL, ekspektasi penurunan suku BI7DRR, dan insentif PPN pembelian properti.
Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya mengatakan, perseroan telah menuntaskan penjualan aset-aset NPL tahap pertama dengan keberhasilan memulihkan aset senilai Rp 861 miliar. Nilai aset tersebut setara dengan 7,7% dari total aset bermasalahperseroan.
“Penjualan tersebut akan berdampak signifikan terhadap penurunan NPL dan secara bersamaan menaikkan NPL coverage ratio perseroan hingga menurunkan biaya provisi ke depan,” terangnya.
NPL coverage ratio perseroan hingga menurunkan biaya provisi ke depan,” terangnya.
Baca Juga
Bank BTN (BBTN) akan Luncurkan Paylater pada 2024, Tawarkan Banyak Keunggulan
Dengan berlanjutnya penjualan aset-aset bermasalah, dia mengatakan, BTN diharapkan mampu mencatatkan peningkatan NPL coverage ratio dari perkiraan sebesar 140% pada 2023 menjadi 160% pada 2025. Hal ini didukung rencana perseroan untuk kembali menjual aset-aset bermasalah senilai Rp 1 triliun tahun ini.
Faktor selanjutnya penopang pertumbuhan kinerja keuangan BTN, terang dia, datang dari ekspektasi penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) memasuki semester II-2024. Penurunan tersebut membantu perseroan dalam mengelola biaya dana.
RHB Sekuritas memperkirakan BI7DRR diprediksi berada dalam level 6% sepanjang semester I tahun ini dan diproyeksikan turun sebanyak 50 bps pada semester II menjadi 5,5%. “Penurunan tingkat suku bunga akan membantu bank dalam mengelola biaya dana dan akhirnya meningkatkan margin bunga bersih (NIM),” terangnya.
Sentimen positif lainnya, terang Andrey, datang dari kebijakan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) senilai Rp 220 juta untuk pembelian properti dengan harga maksimal Rp 5 miliar.
Baca Juga
Bank BTN (BBTN) akan Luncurkan Paylater pada 2024, Tawarkan Banyak Keunggulan
“Kami melihat BTN menjadi bank yang paling diuntungkan atas kebijakan tersebut pembebasan PPN untuk pembelian rumah harga hingga Rp 2 miliar. Sebab, hampir 45% KPR perseroan dikucurkan untuk pasar segmen pembeli properti di harga tersebut,” terangnya.
Hal ini diharapkan membuat pertumbuhan kredit perseroan tahun 2024 bisa mencapai 11%. Angka tersebut lebih tinggi dari target pertumbuhan kredit tahun 2023.
Pertumbuhan kinerja perseroan juga didukung strategi Bank BTN yang mulai intens menyasar KPR Non-Subsidi yang membidik segmen emerging affluent. Strategi tersebut dieksekusi dengan membuka 3 Sales Center di BSD, Kelapa Gading, dan Surabaya. “Strategi itu juga bisa membantu perseroan untuk meningkatkan CASA, karena segmen emerging affluent memiliki kemampuan menabung yang lebih besar,” terangnya.
Perseroan juga terus memperluas program simpanan bank prioritasnya melalui BTN Preferred dan BTN Private dengan aset kelolaan Rp 100-500 juta dan di atas Rp 10 miliar.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.650. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV tahun 2024 sektiar 0,6 kali.
Target tersebut juga mempertimbangkan perkiraan berlanjutnya peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 2,96 triliun tahun 2023 dan menjadi Rp 3,49 triliun pada 2024, dibandingkan raihan tahun 2022 seniali Rp 3,04 triliun.
Sebelumnya, Ciptadana Sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan saham BBTN memiliki prospek pertumbuhan kinerja keuangan dan saham menjanjikan tahun depan. Apalagi BTN satu-satunya bank yang memfokuskan penyaluran KPR dan mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah.
Berdasarkan analisa Ciptadana Sekuritas terdapat tiga poin penting yang membuat saham BBTN layak menjadi incaran tahun 2024, yaitu pertama perseroan akan menjadi satu dari beberapa bank yang diuntungkan atas ekspektasi penurunan tingkat suku bunga.
Baca Juga
HUT KPR, BTN Salurkan Pembiayaan Hunian Rp 470 Triliun Selama 47 Tahun
Kedua, BTN merupakan bank yang paling diuntungkan atas insiasif pemerintah untuk mendongkrak ketersediaan rumah bagi masyarakat.Dan ketiga, pergerakan harga saham BBTN akan dipengaruhi rencana pemisahan unit bisnis syariah sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sedangkan secara valuasi, Ciptadana Sekuritas menyebutkan, saham BBTN terolong masih murah merefleksikan perkiraan PBV sekitar 0,6 kali tahun 2024. Dengan demikian, saham BBTN yang paling murah di antara saham sektor perbankan lainnya. Berbagai faktor tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 2.125.

