MDKA Buka-bukaan Soal Potensi Pergeseran Sumber Pendapatan, Apa Itu?
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengungkap potensi pergeseran sumber pendapatan perusahaan dari tambang-tambang lama ke sumber baru.
Menurut General Manager Corporate Communication MDKA Tom Malik, saat ini sumber pemasukan perusahaan masih berasal dari tiga komoditas utama yakni tembaga, nikel, dan emas.
Tambang lama seperti penghasil tembaga di Wetar, Maluku diprediksi akan berkurang produksinya, sehingga kontribusi terhadap kinerja keuangan konsolidasi juga dimungkinkan menurun.
Baca Juga
Net Sell Berlanjut Rp 817,80 Miliar, Investor Asing Lepas Saham Emiten Besar Ini
“Sekarang tambang tembaga dan emas Banyuwangi dan Wetar berumur jadi akan turun porsinya,” tegas Tom dalam Media Year-End Luncheon, Rabu (13/12/2023).
Makanya kata dia, pihaknya akan memantau kontribusi dari tambang tembaga Tujuh Bukit, Banyuwangi. “Di Wetar, ore akan kami kirim ke AIM (acid iron metal) Morowali jadi income stream-nya berubah,” sambung Tom.
Baca Juga
Merdeka Copper Gold (MDKA) Siap Akuisisi Tambang yang Punya Keriteria Ini
Khusus Tambang Tembaga Tujuh Bukit, manajemen mengumumkan proyek ini baru akan berkontribusi pada pemasukan perusahaan, antara 2026-2027. Pasalnya eksplorasi tambang bawah tanah diakui memakan biaya besar sehingga perlu banyak pertimbangan dan kehati-hatian dalam mengembangkannya.
Namun Tom meyakini proyek tersebut sudah terukur keekonomiannya. “Sangat ekonomis, termasuk salah satu cadangan tembaga yang cukup besar di dunia yang belum dikembangkan,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Chief External Affairs Merdeka Copper Gold Boyke Poerbaya Abidin optimistis produksi komoditas perusahaan akan meningkat. Hal ini seiring penyelesaian proyek-proyek Merdeka Copper Gold grup yang sedang digarap.
“Kalau tambang-tambang besar yang kami kerjakan ini selesai semua tepat waktu, kami akan masuk (jadi) perusahaan menengah perusahaan tambang dunia,” kata Boyke.
Dalam memprediksi kisaran pendapatan perusahaan, manajemen masih enggan menyebutkan riset internal terkait pandangan (outlook) harga nikel dunia. Namun Boyke memastikan, pihaknya sedang agresif melakukan konstruksi sejumlah proyek tambang.
“Pasti kami akan selesaikan konstruksi biar kinerja kami bisa loncat ke depannya,” pungkasnya. (CR-10)

