Jelang Berakhir Periode Perdagangan HMETD, Saham PIK2 (PANI) Cetak Rekor Baru
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa menjelang berakhirnya periode pelaksanaan HMETD besok. Penguatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar perseroan melesat menjadi Rp 79,48 triliun.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/12/2023), saham PANI ditutup melesat sebanyak Rp 1.175 (25%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 5.875 per saham.
Baca Juga
Saat TikTok-Tokopedia Capai Kespekatan, Saham GOTO Terkoreksi 20%, Kok Bisa?
Lalu, bagaimana dengan prospek saham perusahaan besutan Agung Sedaya dan grup Salim ini? Stockbit Sekuritas dalam anlisa sebelumnya menyebutkan bahwa paska akuisisi lahan seluas 1.569 hektare, proyeksi NAV perseroan meningkat menjadi Rp 219 triliun. Harga ini mengasumsikan rata-rata harga jual lahan sekitar Rp 29-51 juta per meter persegi, land direct cost senilai Rp 1,7 juta per meter persegi, dan 60% net seleable area.
“Kami menilai bahwa dengan diskon 60% terhadap NAV sebagai angka wajar, maka valuasi saham PANI berkisar Rp 88 triliun. Dengan angka tersebut terbuka potensi penguatan saham PANI ke depan valuasi saat ini,” terangnya.
Sementara itu, Trimegah Sekuritas menginisiasi riset saham PIK2 (PANI) merekomendasikan beli saham PANI dengan target harga Rp 6.620. “Kami merekomendasikan beli saham PANI dengan target harga Rp 6.620. Target tersebut merepresentasikan diskon 45% terhadap perkiraan NAV perseroan tahun 2024,” tulis analis Trimegah Sekuritas Alberto Jonas Kusuma dan Kharel Devin Fielim dalam riset terakhirnya.
Baca Juga
BREN Terkoreksi, BBCA Kembali Rebut Tahta Market Cap Terbesar
Rekomendasi beli tersebut mempertimbangkan bahwa valuasi saham PANI lebih premium, dibandingkan dengan emiten properti lainnya. Target tersebut juga mempertimbangkan lokasi strategis cadangan lahan perseroan berdekatan dengan bandar Soekarno Hatta dan pesatnya aktivitas komersial di kawasan pengembangan perseoran.

