Di Tengah Tekanan Jual Asing, Analis Ini Ungkap Potensi Cuan Saham Amman (AMMN) 91%
JAKARTA, investortrust.id – Prospek saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dinilai masih menarik di tengah tekanan jual investor asing. Kinerja keuangan yang melesat sepanjang sembilan bulan pertama 2026 ditopang peningkatan produksi dan kontribusi bisnis hilirisasi, menjadi katalis positif bagi emiten pertambangan tersebut.
AMMN membukukan pendapatan sebesar US$ 3,2 miliar hingga September 2026, melonjak 493,7% secara tahunan (year on year/YoY). Kenaikan tersebut berimbas terhadap lompatan laba bersih AMMN menjadi US$ 871,5 juta hingga September 2026, berbalik positif dari rugi bersih US$ 178,5 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Laba Bersih Amman (AMMN) Meroket Jadi US$ 880 Juta hingga Kuartal III-2026
Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan volume penjualan produk hilirisasi serta kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) katoda tembaga. Selain itu, peningkatan produksi tambang Batu Hijau Fase 8 turut mendorong ekspansi margin dan pemulihan profitabilitas perusahaan.
Analis KB Valbury Sekuritas Ashalia Fitri Yuliana mengatakan, pendapatan AMMN telah melampaui proyeksi KB Valbury Sekuritas maupun konsensus pasar. Sedangkan, laba bersih yang dibukukan telah mencapai 87,8% dari estimasi KB Valbury untuk keseluruhan 2026.
Atas pencapaian tersebut, KB Valbury menaikkan proyeksi produksi konsentrat emas AMMN pada 2026 sebesar 3,8% menjadi 675.000 ons. Revisi ini turut mendorong kenaikan proyeksi pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 2,3% dan 17,5% menjadi US$4,2 miliar dan US$ 1,2 miliar.
Revisi tersebut dilakukan setelah kinerja hingga September 2026 yang solid dan berlanjutnya peningkatan produksi. Produksi konsentrat emas telah mencapai 83,2% dari estimasi sebelumnya untuk keseluruhan 2026. Meski demikian, proyeksi terbaru KB Valbury masih lebih rendah dibandingkan panduan perusahaan sebesar 775.000 ons.
KB Valbury tetap mencermati potensi kelebihan pasokan emas domestik yang dapat memengaruhi penyerapan penjualan dan harga jual realisasi. Untuk produksi konsentrat tembaga, KB Valbury mempertahankan estimasi 2026 sebesar 450 juta pon. Analis juga mengantisipasi risiko perlambatan investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pusat data (data center) yang berpotensi menahan pertumbuhan permintaan tembaga.
Baca Juga
Kinerja Amman (AMMN) Melejit, Analis Pasang Target Harga hingga Level Ini
Dengan sejumlah asumsi tersebut, KB Valbury menaikkan proyeksi pendapatan AMMN pada 2026 sebesar 2,3% menjadi US$4,2 miliar. Sementara itu, estimasi laba bersih dinaikkan 17,5% menjadi US$1,2 miliar. Di tengah peningkatan kinerja fundamental, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AMMN dengan target harga Rp7.000 per saham.
Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan harga sebesar 91,3% dibandingkan harga saham AMMN Rp3.660 per saham. Pada level tersebut, saham AMMN diperdagangkan pada valuasi 7,2 kali EV/EBITDA forward. KB Valbury menilai pelemahan harga saham AMMN yang telah terkoreksi sekitar 46,2% secara year to date (YtD) lebih banyak dipengaruhi tekanan jual investor asing di tengah ketidakpastian pasar saham Indonesia.
Hingga 4 November 2026, saham AMMN mencatatkan arus dana keluar bersih investor asing sebesar Rp 4,75 triliun di seluruh pasar. Meski demikian, prospek fundamental AMMN dinilai tetap solid, terutama ditopang peningkatan produksi tambang Batu Hijau Fase 8 serta rencana pengambilan keputusan investasi final (final investment decision/FID) proyek Elang pada 2027.
KB Valbury juga memproyeksikan kinerja AMMN terus meningkat. Pendapatan diperkirakan mencapai US$5,4 miliar pada 2027 dan US$5,7 miliar pada 2028. Adapun laba bersih diproyeksikan meningkat menjadi US$1,43 miliar pada 2027 dan US$1,55 miliar pada 2028.
