Komite HSC Kaji Metodologi Baru, BEI Buka Peluang Perubahan Daftar Saham
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang perubahan daftar saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC), baik melalui penambahan maupun pengurangan emiten. Hal ini menyusul kajian komite HSC terhadap metodologi baru penetapan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, komite HSC yang baru saat ini tengah melakukan peninjauan secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi metodologi yang selama ini digunakan untuk menentukan saham kategori HSC.
"Mungkin saja bisa ada (penambahan), karena komite yang baru sekarang sedang me-review seluruhnya, termasuk metodologi. Jadi, dengan metodologi yang baru nanti, sangat mungkin akan ada penambahan atau pengurangan atau perubahan jumlah saham yang ada di HSC," kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (5/11/2026).
Jeffrey bilang, pembahasan mengenai perubahan metodologi dan komposisi saham HSC masih berlangsung di tingkat komite HSC. "Itu sedang dibahas oleh komite (HSC), nanti akan disampaikan," katanya.
Selain mengkaji metodologi, komite HSC juga akan mengevaluasi saham-saham yang sebelumnya masuk dalam kategori tersebut dan dikeluarkan dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Itu (evaluasi) bagian dari rekomendasi yang akan disampaikan oleh komite nanti," ujar Jeffrey.
Sebagai informasi, BEI mulai mengeluarkan sekitar 82 saham berkategori HSC dari perhitungan IHSG sejak Senin, 2 November 2026 kemarin. Kebijakan tersebut tidak berarti saham-saham HSC dihapus dari bursa atau mengalami delisting.
Saham tersebut tetap dapat diperdagangkan seperti biasa, tetapi pergerakan harganya tidak lagi diperhitungkan dalam pergerakan IHSG.
Sementara itu, bobot sekitar 18% yang sebelumnya berasal dari saham-saham HSC dialokasikan kembali kepada konstituen IHSG lainnya.
